TribunJogja/
Home »

Jawa

Partisipasi Pemilih Pemula di Kabupaten Magelang pada Pemilu Masih Rendah

Padahal jumlah pemilih pemula yang berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa ini cukup besar.

Partisipasi Pemilih Pemula di Kabupaten Magelang pada Pemilu Masih Rendah
KOMPAS.COM/ GLORI K WADRIANTO
Ilustrasi

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Partisipasi pemilih pemula di Kabupaten Magelang dinilai masih rendah.

Padahal jumlah pemilih pemula yang berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa ini cukup besar.

Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten Magelang, Muhammad Habib Shaleh, mengatakan, sebagian besar dari para pemilih pemula tidak mau terlibat politik.

Padahal dikatakannya, sebanyak kurang lebih 40 persen dari jumlah pemilih di Kabupaten Magelang, adalah merupakan pemilih pemula yang berasal dari kalangan anak muda.

"Mereka tidak mau terlibat politik, padahal hampir separuh dari jumlah pemilih di Kabupaten Magelang ini adalah anak-anak muda ini," ujar Habib, Senin (13/11/2017) usai Forum Group Discussion Pengawasan Partisipatif oleh Panwaskab Magelang, di Manohara Hotel, Borobudur, Magelang.

Habib mengatakan, rendahnya partisipasi pemilih pemula ini bisa disebabkan oleh ketidaktahuan akan pendidikan politik atau juga ketidakingintahuan mereka akan politik.

Baca: Antisipasi Kerawanan Konflik Pemilu 2019 dari Sekarang

"Mereka kebanyakan tidak mau tahu politik itu apa, namun ada juga yang betul tidak tahu. Oleh karena itu edukasi sedari dini perlu dilakukan," ujarnya.

Lanjut Habib, para pemilih pemula ini untuk dapat dirangkul sedari dini.

Sehingga mereka akan lebih paham terkait kehidupan perpolitikan dalam demokrasi di Indonesia.

Tidak hanya dalam hal penyampaian suara namun juga dalam hal pengawasan pada penyelenggaraan Pemilihan Umum yang akan datang.

"Tingkat partisipasi mereka sangatlah penting, tak hanya pencoblosan saja, namun juga pengawasan. Mereka dapat ikut mengawasi dan mengajak masyarakat untuk turut mengawasi. Kita ingin nelibatkan mereka dalam pengawasan partisipatif," ujarnya.

Pihaknya pun terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terutama kepada para pemilih pemula di berbagai forum atau sekolah agar pemilih pemula dapat aktif terlibat dalam berbagai kegiatan berdemokrasi, semisal Pemilu.

Sehingga dengan begitu pelaksanaan demokrasi yang ada di Indonesia dapat dijalankan secara maksimal.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: rfk
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help