TribunJogja/

Kepala Desa Minomartani Merasa Kerepotan Kelola Dana Desa

Edi mengatakan, ia merasa kerepotan dalam mengimplementasi UU Desa khususnya pengelolaan dana desa.

Kepala Desa Minomartani Merasa Kerepotan Kelola Dana Desa
tribunjogja/tantowi alwi
Edi Suroto, Kepala Desa Minomartani, Kecamatan Ngaglik, Sleman usai diwawancarai oleh tribunjogja.com, Senin (13/11/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Tantowi Alwi

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dengan disahkannya UU Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa pada 15 Januari 2014, pengaturan tentang desa mengalami perubahan secara signifikan.

Dari sisi regulasi, desa tidak lagi menjadi bagian dari UU Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Desa-desa di Indonesia mengalami perubahan dalam pelaksanaan pembangunan dan tata kelola pemerintahannya.

Hal tersebut dirasakan oleh Edi Suroto, Kepala Desa Minomartani, Kecamatan Ngaglik, Sleman.

"Terus terang, dengan adanya UU desa ini maka kami semua perangkat desa harus menyesuaikan," kata Edi kepada tribunjogja.com, Senin (13/11/2017).

Edi mengatakan, ia merasa kerepotan dalam mengimplementasi UU Desa khususnya pengelolaan dana desa.

"Repotnya karena dana desa ini dipisahkan antara dana desa dengan dana-dana yang lain, sehingga tidak menjadi satu. Pelaporan dana desa dilaporkan khusus sedangkan dana yang lain tidak," kata Edi.

Edi mengungkapkan dana desa secara khusus dilaporkan selama dua semester.

"Semester I pada Juli-Agustus sedangkan untuk semester II pada Desember, jadi setiap enam bulan dibuat laporannya," ujar Edi.

Halaman
12
Penulis: Tantowi Alwi
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help