TribunJogja/
Home »

DIY

» Sleman

Ini Penjelasan Ketua Panwaslu Sleman Terkait Ketidakpuasaan Calon Panwascam Akan Hasil Seleksi

Patut diketahui, setiap satu kecamatan memiliki tiga panwascam, sehingga total ada 51 Panwascam

Ini Penjelasan Ketua Panwaslu Sleman Terkait Ketidakpuasaan Calon Panwascam Akan Hasil Seleksi
TRIBUNJOGJA.COM / Panji Purnandaru
Empat orang calon panitia pengawas kecamatan (Panwascam) dari Kecamatan Turi, Kecamatan Pakem, Kecamatan Tempel, dan Kecamatan Moyudan mendatangi kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sleman, Senin (13/11). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Menanggapi ketidakpuasan empat calon Panwascam yang tidak lolos tes wawancara, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Sleman, Ibnu Darpito menjelaskan bahwa penilaian seleksi Panwascam terbagi dalam tiga komponen yaitu hasil ujian tulis, wawancara, dan keahlian komputer.

"Sudah kami jelaskan bahwa penilaian kelulusan dibagi dalam tiga komponen hasil ujian tulis, wawancara, dan keahlian komputer," jelasnya, Senin (13/11/2017).

Sementara terkait dengan tes wawancara, Ibnu menjelaskan penguji terdiri dari tiga komisioner.

Ketiganya mempunyai tugas berbeda, masing-masing mulai dari pengetahuan tentang kepemiluan, aspek evaluasi dan ide startegi pengawasan, dan managerial leadership.

Baca: Tak Puas dengan Hasil Seleksi, 4 Calon Panwascam Datangi Panwaslu Sleman

"Ketika melakukan wawancara masing-masing komisioner memiliki penilaian sendiri-sendiri," ujarnya.

"Kriteria tersebut kita gabungkan menjadi satu," timpalnya.

Ibnu menjelaskan, ketika memasuki tahap wawancara ada tiga orang yang dipilih dari enam calon panwascam. "Saya rasa, keenamnya sebenarnya mampu semua akan tetapi kita harus memilih tiga dari enam tersebut," terangnya.

"Bentuknya (hasil ujian) pengumuman, kita memang tak membuka hasil penilaian kepada publik," pungkasnya.

Patut diketahui, setiap satu kecamatan memiliki tiga panwascam, sehingga total ada 51 Panwascam. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: app
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help