TribunJogja/

Industri Kreatif Fashion Semakin Sadar Mode

Sayangnya pendidikan fashion ataupun gelaran fashion show masih terbatas.

Industri Kreatif Fashion Semakin Sadar Mode
IST
Dalam acara talk show bertempat di Bradley’s Kitchen bilangan Kebayoran Baru, bertemakan “The Unglamorous Life of the Glams”, Sabtu (11/11/2017), menghadirkan para pelaku industri fashion seperti fashion designer, fashion blogger dan social media influencer serta creative director. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA – Meski tren fashion yang berkembang dan menjadi pilihan karier bagi generasi muda di Indonesia.

Sayangnya pendidikan fashion ataupun gelaran fashion show masih terbatas.

Demikian, permasalahan dunia fashion yang terungkap dalam talk show bertemakan The Unglamorous Life of the Glams, di Bradley’s Kitchen bilangan Kebayoran Baru, Sabtu (11/11/2017).

Direktur Utama Birlan Educational Journey Ahmad Ghazi mengatakan penting bagi para calon penggiat industri fashion di Indonesia untuk terekspos dengan banyak produk-produk fashion yang beragam dan gelaran fashion show yang bertujuan untuk meningkatkan kreativitas serta membangun karakter desain mode mereka.

“Acara-acara yang ada sekarang masih terbatas sehingga membuat penggiat sektor ini membutuhkan lebih banyak even yang dapat memberikan pengetahuan fashion terbaru sebagai inspirasi untuk berkarya,” ujarnya.

Baca: Siswa Pedagogia Fashion Show Diiringi Musik Gamelan Jawa

Berkaca pada kota yang telah menjadi rujukan mode dunia seperti Milan dan Paris, para penggiat industri kreatif ini dapat dengan mudah mendapatkan eksposur terhadap tren-tren fashion yang sedang dan akan berkembang.

Padahal Indonesia, khususnya Jakarta, sedang menikmati peningkatan tren dan antusiasme yang tinggi dalam industri kreatif ini.

Eksposur akan program atau acara fashion yang bersandar internasional akan dapat melahirkan desainer-desainer yang unggul.

Alex Lalisang seorang creative director yang sudah berkicimpung di industri fashion selama lebih dari tujuh tahun, melihat antusias generasi muda akan profesi di bidang fashion, ternyata sudah tidak hanya didominasi oleh para lulusan sekolah mode.

Gelaran fashion, tidak cukup untuk membangun “taste” serta standar mode yang terus berkembang di Indonesia.

“Bentuk kelas berbagi, mengunjungi rumah mode ataupun kesempatan untuk melihat runaway internasional akan membantu para penggiat fashion di Indonesia untuk menemukan karakternya,” lanjutnya.(Tribunjogja.com)

Penulis: vim
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help