TribunJogja/

PT KAI Pastikan Proyek Kereta Bandara Temon Tetap Berlanjut

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional VI Yogyakarta memastikan bahwa proyek pembangunan jalur baru kereta bandara tetap berlanjut.

PT KAI Pastikan Proyek Kereta Bandara Temon Tetap Berlanjut
facebook Seasia
Ilustrasi Calon Bandara NYIA (New Yogyakarta International Airport) 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional VI Yogyakarta memastikan bahwa proyek pembangunan jalur baru kereta bandara tetap berlanjut.

Walaupun, saat ini memang belum memasuki tahap pekerjaan fisik di lapangan.

Jalur baru kereta api penunjang akses mobilitas penumpang di bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) itu rencananya akan sepanjang sekitar 5 kilometer.

Jalur tersebut memanjang  dari Stasiun Kedundang di Desa Kedundang ke arah selatan menuju wilayah Sidorejo Desa Glagah yang konon menjadi lokasi terminal penumpang bandara.

Beberapa waktu lalu, KAI telah melakukan  pengukuran lahan untuk trase jalur kereta tersebut.

"Itu sudah pasti, positif (akan dibangun jalur kereta bandara). Tapi sekarang masih tahap pemetaan," jelas Manajer Humas PT KAI Daops VI Yogyakarta, Eko Budiyanto saat dihubungi wartawan, Minggu (12/11/2017).

Baca: Dibikin Jalur Kereta Bandara, Sebagian Tanah Bengkok Desa Kalidengen Bakal Hilang

Ia menyebut, pengerjaan jalur kereta tersebut akan dilakukan secara keroyokan oleh KAI, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, serta PT Angkasa Pura I sebagai pemrakarsa pembangunan bandara.

Hanya saja, tahapan itu baru akan dilakukan ketika pembangunan fisik bandara sudah dijalankan lebih dari separuhnya.

"Kami menunggu realisasi pembangunan fisik NYIA sudah 75-80 persen, baru jalur rel ini mulai dibangun. Sekarang belum ada sosialisasi apapun di lapangan," kata Eko.

Direktur Teknik PT Angkasa Pura I, Polana B Pramesti dalam suatu agenda di Kulonprogo, Oktober lalu mengatakan proyek kereta bandara itu membutuhkan lahan seluas 20-25 hektare jalur menuju bandara.

PT KAI disebutnya sudah melakukan rancang letak stasiun, studi level tanah, serta perencanaan trase jalur.

Setelah tahapan itu tuntas, dilanjutkan penetapan dan pembebasan lahan untuk pembangunannya.

Adapun Project Manager Pembangunan NYIA PT AP 1, Sujiastono mengatakan, stasiun nantinya akan dibangun di terminal penumpang bandara sehingga mobilitas antar moda lebih terintegrasi dan memudahkan pengguna jasa penerbangan.

Pembangunan terminal akan dilakukan secara paralel seiring pembangunan runway atau landasan pacu. Pihaknya saat ini masih berfokus pada pengerjaan pembersihan lahan untuk pembangunan bandara tersebut.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help