TribunJogja/
Home »

DIY

Indonesia Masuk Lima Besar Dunia Dengan Jumlah Anak Bertubuh Pendek. Ini Sebabnya

Masalah kesehatan lingkungan yakni buruknya sanitasi juga disebut menimbulkan dampak nyata seperti menjadikan anak stunting atau pendek.

Indonesia Masuk Lima Besar Dunia Dengan Jumlah Anak Bertubuh Pendek. Ini Sebabnya
TRIBUNJOGJA.COM / Dwi Norma Handito
Bupati dan Walikota se Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) atau yang mewakili bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X membacakan deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan Tingkat DIY di acara Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 53 tahun 2017 di Alun-alun Kidul Yogyakarta, Minggu (12/11/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dwi Nourma Handito

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, mengapresiasi deklarasi stop buang air besar sembarangan (BABS) tingkat DIY yang digelar di puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 53 di Alun alun Kidul Yogyakarta, Minggu (12/11/2017).

Menurut Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Globalisasi dan Teknologi, Dr Slamet, DIY adalah yang pertama.

"Deklarasi ini adalah merupakan deklarasi yang pertama untuk tingkat provinsi di Indonesia, kami menyambut gembira dan menyampaikan aspirasi yang setinggi-tingginya," kata Slamet yang mewakili Menteri Kesehatan.

Menurutnya deklarasi ini menjadi bagian dari upaya untuk mencapai akses air minum dan sanitasi 2019 untuk seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Slamet berharap, daerah lain bisa mengikuti apa yang sudah dilakukan oleh DIY dan bisa mencapai seperti apa yang dicapai oleh DIY.

Slamet juga mengatakan bahwa upaya kesehatan lingkungan yang dilakukan dengan mengelola dan menyelesaikan santitasi di masyarakat merupakan program yang secara intensif untuk mencegah penyakit yang terkait dengan air.

Dimana ada empat kategori yang bisa menular lewat air.

Selain itu keuntungan lain dengan dicapainya stop BAB sembarangan adalah mengurangi pencemaran sumber air minum oleh tinja manusia.

Slamet membeberkan data bahwa dari hasil kajian tentang kualitas air minum di Indonesia, masih banyak ditemukan sumber air minum yang berasal dari air permukaan atau air tanah yang tercemar bakteri e coli yang tercemar oleh karena tinja manusia.

Halaman
12
Penulis: dnh
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help