TribunJogja/

Dibikin Jalur Kereta Bandara, Sebagian Tanah Bengkok Desa Kalidengen Bakal Hilang

Jalur baru kereta api penunjang akses mobilitas penumpang di bandara itu rencananya akan sepanjang sekitar 5 kilometer.

Dibikin Jalur Kereta Bandara, Sebagian Tanah Bengkok Desa Kalidengen Bakal Hilang
facebook Seasia
Ilustrasi Calon Bandara NYIA (New Yogyakarta International Airport) 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Sebagian tanah bengkok milik Desa Kalidengen, Kecamatan Temon dimungkinkan turut terkena proyek pembangunan jalur kereta bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) .

Namun, hingga kini belum ada kejelasan lebih lanjut dari pihak terkait.

Jalur baru kereta api penunjang akses mobilitas penumpang di bandara itu rencananya akan sepanjang sekitar 5 kilometer.

Jalur tersebut memanjang dari Stasiun Kedundang di Desa Kedundang ke arah selatan menuju wilayah Sidorejo Desa Glagah yang konon menjadi lokasi terminal penumpang bandara.

Kepala Desa Kalidengen, Sunardi mengaku belum tahu persis keluasan lahan di desanya yang bakal terkena proyek tersebut.

Namun, dari pengukuran lahan untuk trase jalur yang pernah dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) beberapa waktu lalu, ada lebih dari satu kilometer lahan di Kalidengen yang turut diukur yakni di Pedukuhan Kalidengen 2 dan Sidatan.

Baca: Jalur Kereta Bandara Segera Direalisasikan, Butuh Luas Lahan dan Panjang Segini

Sebagian besar merupakan lahan persawahan milik warga dan seperlimanya berupa tanah bengkok milik desa.

"Ada sepanjang sekitar 400 meter tanah bengkok yang kena dengan kelebaran 25 meter. Saya belum tahu persisnya karena sampai sekarang belum ada kelanjutannya lagi," kata Sunardi saat dihubungi wartawan, Minggu (12/11/2017).

Ia menyatakan bahwa pihaknya mendukung proyek tersebut karena merupakan program pembangunan.

Halaman
12
Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help