TribunJogja/
Home »

Jawa

Bentuk Raperda Penanggulangan HIV/AIDS, Penderita HIV/AIDs di Kota Magelang Akan Lebih Terlindungi

Raperda Penanggulangan HIV/Aids di Kota Magelang sarat priroritas sehingga harus dikebut selama sisa waktu satu setengah bulan terakhir.

Bentuk Raperda Penanggulangan HIV/AIDS, Penderita HIV/AIDs di Kota Magelang Akan Lebih Terlindungi
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Upaya untuk penanggulangan penyakit HIV/Aids di Kota Magelang terus dilakukan.

Satu di antaranya dengan pembentukan Raperda Penanggulangan HIV/AIDs sebagai upaya perlindungan kepada para penderita penyakit mematikan tersebut, atau kerap disebut orang dengan HIV/Aids (ODHA).

Ketua DPRD Kota Magelang, Budi Prayitno mengatakan, Raperda Penanggulangan HIV/Aids di Kota Magelang sarat priroritas sehingga harus dikebut selama sisa waktu satu setengah bulan terakhir.

Nantinya, produk hukum ini akan menitikberatkan upaya pencegahan. Kemudian juga mampu melindungi hak-hak para penderita HIV/Aids.

"Selama ini stigma masyarakat terhadap penderita HIV itu harus dikucilkan, karena kalau tidak, bakal menular. Padahal itu persepsi yang sangat salah. Mestinya mereka tidak dikucilkan, tapi diberdayakan, dimanusiakan, mereka punya hak yang sama," ujar Budi, Minggu (12/11/2017).

Pihaknya pun sudah membentuk Panitia Khusus (pansus) untuk melakukan pembahasan Raperda Penanggulangan HIV/Aids di Kota Magelang.

Nantinya peraturan ini dapat mengatur terkait upaya pencegahan melalui sosialisasi intens, dan menggiatkan kerja sama dengan komunitas-komunitas masyarakat.

"Aturan ini sebagai bentuk penjangkauan terhadap pencegahan dan penanggulangan HIV/Aids akan lebih maksimal," ujarnya.

Budi mengatakan, perlindungan hukum kepada penderita secara otomatis pemerintah menjamin segala aktivitas mereka.

Pasalnya ini juga berhubungan dengan perekonomian yang bersangkutan.

"Supaya mereka merasa percaya diri di masyarakat, dan kerahasiaan mereka tetap terjaga. Kalau misalkan ada yang positif, mereka tetap bisa beraktivitas seperti biasa. Mereka selama ini menghindar karena merasa dikucilkan," katanya.(*)

Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help