TribunJogja/
Home »

DIY

» Sleman

Pedagang Olahan Belut Godean Keluhkan Omzet Turun, Ini Tanggapan Disperindag Sleman

Pedagang olahan belut yang berada di Pusat Kuliner Belut Godean mengalami penurunan penjualan 50 persen pascarelokasi

Pedagang Olahan Belut Godean Keluhkan Omzet Turun, Ini Tanggapan Disperindag Sleman
TRIBUNJOGJA.COM / Tantowi Alwi
Pedagang olahan belut tampak menata dagangannya di Pusat Kuliner Belut Godean. Mulai kemarin (9/11/2017) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman menggelar Pekan Kuliner Belut dan akan berlangsung sampai tanggal 15 November 2017. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Tantowi Alwi

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pedagang olahan belut yang berada di Pusat Kuliner Belut Godean mengatakan mereka mengalami penurunan penjualan sebanyak 50 persen pascarelokasi dari Pasar Godean.

Nanik salah seorang pedagang mengungkapkan selama di Pasar Godean, para pedagang bisa mengantongi uang Rp 1 juta per hari.

Setelah direlokasi, Nanik mengatakan jualannya pernah tidak laku sama sekali.

"Kalau untuk rata-rata per hari biasanya Rp 50 ribu," ujar Nanik tampak matanya berkaca-kaca.

Nanik melanjutkan uang Rp 50 ribu didapat dari hasil berjualan mulai pukul 08.00 - 18.00 WIB.

Hal tersebut juga diamani oleh Warty, Ketua Paguyuban Kuliner Belut Godean.

Warty mengatakan omzet penjualan turun sampai 50 persen setelah dirinya dan pedagang olahan belut yang lain direlokasi.

Hal tersebut kemudian direspon oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman.

"Ini juga masih menjadi tanda tanya bagi kami, banyak faktor yang mempengaruhi," kata Mae Rusmi, Sekretaris Disperindag.

Halaman
12
Penulis: Tantowi Alwi
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help