Terungkap! Begini Modus Tiga Pemuda Ini Edarkan Pil Alprazolam

Seringkali mereka juga tidak melayani langsung pelanggan yang baru dikenal.

Terungkap! Begini Modus Tiga Pemuda Ini Edarkan Pil Alprazolam
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Kasat Resnarkoba Polresta Yogyakarta didampingi Kanit 1 AKP Dwi Astuti Handayani memperlihatkan barang bukti dan tiga tersangka. 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ragam tindak kejahatan selalu memiliki modus operandi yang berbeda.

Begitu juga yang dilakukan tersangka Dk (20), Na (21) dan SR (18) dalam menjalankan bisnis pengedaran pil Alprazolam.

Mereka merupakan satu komplotan pengedar pil Alprazolam lintas kecamatan dalam satu kabupaten di wilayah Yogyakarta.

Kasat Resnarkoba, Polresta Yogyakrta Kompol Sugeng Riyadi mengatakan ketiga tersangka merupakan pemilik jasa pembuatan tato, modus operandi yang dilakukan ketiganya dengan cara memberikan bonus kepada pelanggan yang telah menggunakan jasa mereka.

“Mereka pertama berikan bonus pil Alprazolam kepada pelanggan, supaya ketagihan dan besok datang lagi,”ujar Kasat Resnarkoba, kompol Sugeng Riyadi, Jumat (10/11/2017).

Kendati demikian, untuk memproteksi pengedaran bisnis haram yang mereka jalankan, seringkali mereka juga tidak melayani langsung pelanggan yang baru dikenal.

Baca: Polisi Buru Mr X, DPO Penyuplai Psikotropika di Yogyakarta

Mereka mau melayani pelanggan baru jika menyebutkan nama referensi yang dikenal oleh satu diantara tiga anggota sindikat.

“Misalnya, datang orang baru, mereka mau melayani jika menyebutkan nama kenalan tau refrensi yang satu diantara mereka kenal,”jelas Kompol Sugeng.

Penjualan bisnis pil Aprazolam di Yogyakarta, dikatakan Kompol Sugeng terbilang cukup tinggi. Dari pengakuan tersangka SR dalam waktu relatif singkat, dirinya mampu menjual puluhan butir pil Alprazolam.

“Tersangka SR ini ambil barang dari tersangka DK sejumlah 5 papan (isi 50 butir pil Alprazolam) dalam waktu kurang dari 15 jam, hanya tersisa 8 butir, 42 butir sudah terjual,” ujar dia.

Ketiga tersangka saat ini mendekam di tahanan Mapolresta Yogyakarta untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kepada ketiganya, disangkakan melanggar pasal 62 UU RI nomor 5 tahun 1997 tentang psikotropika.

“Ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara, dan denda Rp 100 juta,”ujar Kasat Resanarkoba polresta Yogyakarta.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help