TribunJogja/

Relokasi Makam Terdampak Bandara, Perempuan Ini Temukan Gigi Mendiang Neneknya

Keberadaan makam tersebut sangat berarti sebagai monumen kenangan terakhir atas anggota keluarga yang telah meninggal.

Relokasi Makam Terdampak Bandara, Perempuan Ini Temukan Gigi Mendiang Neneknya
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Pemakaman terdampak pembangunan bandara di wilayah Kebonrejo mulai direlokasi ke areal baru. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Proses relokasi pemakaman yang terdampak pembangunan bandara di Temon sudah dimulai, diawali dari Desa kebonrejo.

Para ahli waris dari jenazah yang dimakamkan pun turut menyaksikan jalannya pemindahan kuburan tersebut.

Ada lebih dari 400 liang untuk empat titik pemakaman di beberapa wilayah pedukuhan yang harus dipindahkan.

Yakni sekitar 300 liang di pemakaman Jaleyang (Pedukuhan Weton) dan 98 liang di pemakaman Sambijoyo (Pedukuhan Seling).

Selain itu juga ada dua liang di pemakaman tua Siledek dan 106 liang di makam Ngringgit yang akan dipindahkan.

Maria Purwanti (52), warga Pedukuhan Kibon yang kini bermukim di Jakarta sebagai guru sengaja menyempatkan waktu cuti sehati untuk pulang ke kampung halaman demi menyaksikan proses relokasi tersebut.

Di Pemakaman Jaleyang, bersemayam beberapa anggota keluarganya. Mulai dari nenek, ayah, ibu, dan dua almarhum kakaknya.

Ada pula paman, bibi, dan keponakannya turut dimakamkan di situ.

Total ada 21 anggota keluarganya yang dimakamkan di Jaleyang.

Baca: Ketika Ratusan Makam Harus Dipindahkan, Ini yang Dilakukan

Halaman
123
Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help