TribunJogja/

Ketika Ratusan Makam Harus Dipindahkan, Ini yang Dilakukan

Ada lebih dari 400 liang untuk empat titik pemakaman di beberapa wilayah pedukuhan yang harus dipindahkan

Ketika Ratusan Makam Harus Dipindahkan, Ini yang Dilakukan
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Pemakaman terdampak pembangunan bandara di wilayah Kebonrejo mulai direlokasi ke areal baru, Jumat (10/11/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Proses relokasi tempat pemakaman umum (TPU) terdampak pembangunan bandara di Temon kini mulai dilakukan.

Kebonrejo jadi desa pertama yang melakukannya.

Ada lebih dari 400 liang untuk empat titik pemakaman di beberapa wilayah pedukuhan yang harus dipindahkan.

Yakni sekitar 300 liang di pemakaman Jaleyang (Pedukuhan Weton) dan 98 liang di pemakaman Sambijoyo (Pedukuhan Seling).

Selain itu juga ada dua liang di pemakaman tua Siledek dan 106 liang di makam Ngringgit yang akan dipindahkan.

"Makam di Jaleyang dan Sambijoyo akan dipindahkan ke lahan yang sudah dipersiapkan di Pedukuhan Weton. Sedangkan untuk Siledek dan Ngringgit akan dipindahkan ke lahan Desa Palihan karena selama ini statusnya hanya menumpang di Kebonrejo," kata Kepala Desa Kebonrejo, Slamet, Jumat (10/11/2017).

Baca: Rumah Relokasi Magersari untuk Warga Terdampak Bandara Mulai Dibangun di Kedundang

Pekerjaan pembongkaran dan pemindahan makam menurutnya sudah berlangsung sejak Senin (6/11/2017) dan diperkirakan rampung pada pekan depan.

Tidak ada kendala berarti dalam proses tersebut mengingat usia makam kebanyakan sudah tua, lebih dari 40 tahun.

Semenjak rencana pembangunan bandara ramai berdengung beberapa tahun silam, warga memilih untuk memakamkan anggota keluarganya di pemakaman lain yang tidak turut tergusur.

Pemakaman terdampak pembangunan bandara di wilayah Kebonrejo mulai direlokasi ke areal baru.
Pemakaman terdampak pembangunan bandara di wilayah Kebonrejo mulai direlokasi ke areal baru. (TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu)
Halaman
12
Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help