TribunJogja/

Pemkab Kulonprogo Segera Ajukan Serat Kekancingan Penggunaan SG dan PAG

Serat Kekancingan ini juga berperan untuk mendapatkan rekomendasi tata ruang ke depan.

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Pemerintah Kabupaten Kulonprogo menargetkan pengajuan Serat Kekancingan atau legalitas hak pakai lahan Sulan Ground (SG) dan Paku Alam Ground (PAG) bisa dilakukan selambatnya November ini.

Proses pendataan tanah yang terpakai untuk operasional organisasi perangkat daerah (OPD), instansi dan pemerintah kecamatan maupun desa itu kini masih dilakukan dan seluruh datanya dikumpulkan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertarung) Kulonprogo.

Data akan diajukan kepada Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dan selanjutnya diteruskan ke pihak Pura Pakualaman maupun Keraton Kasultanan Yogyakarta selaku pemilik tanah.

"Pendataan ini menindaklanjuti Peraturan Gubernur No.33/2017 tentang Tata Cara Pengelolaan dan Pemanfaatan Tanah Kasultanan dan Tanah Kadipaten. Selambatnya November ini kita harapkan Serat Kekancingan bisa diajukan," kata Sekretaris Dispetarung Kulonprogo, Aris Nugroho, Kamis (9/11/2017).

Menurutnya, adanya Serat Kekancingan ini juga berperan untuk mendapatkan rekomendasi tata ruang ke depan.

Aris menyebut, pemerintah dalam hal ini berusaha memberikan contoh ke publik terkait legalitas tanah.

Mengingat, kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Kulonprogo dan rumah dinas bupati juga dibangun di atas tanah PAG.

Sementara itu, Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo, Suparno mengungkapkan, pihaknya saat ini juga menggunakan lahan magersari untuk membangun pemukiman relokasi warga kurang mampu terdampak pembangunan bandara di Temon.

Saat ini, di lahan relokasi seluas sekitar 4.950 meter persegi itu, dibangun 50 unit rumah dan pada 2018 akan dilakukan pembangunan berkonsep serupa di lahan PAG di Kaligintung.

"Untuk status magersari-nya, nanti akan diajukan melalui Dispertarung," katanya.(*)

Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help