TribunJogja/

Warga Miskin Terdampak Bandara Bakal Peroleh Rumah Magersari Beserta Perabotannya

Karena statusnya kurang mampu, warga terdampak bandara calon penghuni rumah tersebut dibebaskan dari biaya apapun.

Warga Miskin Terdampak Bandara Bakal Peroleh Rumah Magersari Beserta Perabotannya
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Aktivitas pekerja dalam pembangunan rumah relokasi magesari di kedundang. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Hunian relokasi magersari yang kini tengah dibangun di Desa Kedundang, Temon, nantinya bisa ditempati secara cuma-cuma oleh warga terdampak pembangunan bandara.

Warga akan mendapatkan rumah sekaligus beserta perabotannya.

Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo, Suparno mengatakan bahwa perumahan tersebut nantinya diperuntukkan bagi warga terdampak pembangunan bandara yang terhitung kurang mampu perekonomiannya. 

Warga akan menerima rumah komplet dengan segala perabotannya seperti ranjang, lemari, mebel, dan lainnya.

"Rumah itu sekaligus dibangun bersama jaringan listrik, air bersih, dan dilengkapi perabot rumah," kata SUparno, Rabu (8/11/2017).

Ada 50 unit rumah tipe 36 yang dibangun di atas lahan Paku Alam Ground (PAG) setempat seluas sekitar 4.800 meter persegi.

Pekerjaan pembangunannya ditangani langsung oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan anggaran sekitar Rp4,9 miliar.

Ditargetkan pembangunan rumah tersebut rampung pada Desember 2017 ini.

"Ini khusus untuk warga kurang mampu yang sejak awal sudah menyatakan bersedia menempati magersari," kata Suparno.

Karena statusnya kurang mampu, warga terdampak bandara calon penghuni rumah tersebut dibebaskan dari biaya apapun.

Ketika rumah siap huni, warga hanya tinggal masuk untuk tinggal. Status rumah berupa magersari atau hak guna dan diperpanjang tiap 10 tahun. 

Pemerintah Kabupaten Kulonprogo mencatat ada 48 kepala keluarga (KK) dari desa-desa terdampak pembangunan bandara yang masing-masing akan mendapat jatah satu unit rumah magersari tersebut.

Adapun dua unit rumah lainnya diberikan kepada warga Kedundang yang semula menempati lahan PAG itu.

"Keduanya kini sementara waktu menempati rumah kontrakan yang disewakan oleh Pemkab. Kalau rumah sudah jadi, mereka dipindahkan ke situ," jelas Kepala Desa Kedundang, Abdul Rosyid. (*)

Penulis: ing
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help