TribunJogja/

Warga Diminta Bijak dalam Pemasangan Listrik agar Terhindar dari Bencana Kebakaran

Rata-rata kebakaran terjadi kawasan padat penduduk dan disebabkan hubungan pendek arus listrik.

Warga Diminta Bijak dalam Pemasangan Listrik agar Terhindar dari Bencana Kebakaran
TRIBUNJOGJA.COM / Ikrar Gilang
Warga berpartisipasi dalam simulasi bencana kebakaran di RW 06, Terban, Gondokusuman pada Rabu (8/11/2017). Ini merupakan langkah edukasi dalam rangka Kampung Tangguh Bencana (KTB) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sekitar 90 persen penyebab kebakaran di Kota Yogyakarta disebabkan hubungan arus pendek di kawasan padat penduduk.

Masyarakat diminta sangat memperhatikan instalasi listriknya agar tidak terjadi korsleting.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kebakaran Kota Yogyakarta Agus Winarto mengatakan, hingga November ini telah terjadi 60 kali kebakaran.

Rata-rata kebakaran terjadi kawasan padat penduduk dan disebabkan hubungan pendek arus listrik.

"Kecenderungannya di kampung padat penduduk dan disebabkan arus pendek. Ini saya tekankan kepada masyarakat kalau perlu rutin me-refresh instalasi listriknya agar mencegah penyebab kebakaran," ujar Agus pada Rabu (8/11/2017).

Baca: Warga RW 06 Terban Berlarian Membantu Petugas Pemadam Kebakaran

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta tersebut menjelaskan, banyak masyarakat yang masih kurang bijak dalam menggunakan jaringan listrik.

Ia mencontohkan banyak yang menggunakan stop kontak secara bertumpuk-tumpuk.

Selain itu, banyak juga masyarakat yang membuka jalur baru untuk jaringan listrik yang tidak standar atau memenuhi keselamatan.

"Ini saya minta sekali kepada masyarakat, kalau ada titik lampu yang sering mati, jangan dianggap sepele karena pasti ada jaringan yang tidak beres.

Lampu baru diganti tapi sering mati juga, itu harus diperiksa karena ada masalah pada jaringan," jelasnya.

Sedang untuk penyebab kebakaran dikarnakan nyala api kompor sudah mulai berkurang.

Menurutnya, masyarakat sudah mulai bijak menggunakannya, namun listrik belum lantaran instalasi jaringannya tersembunyi.

Kota Yogyakarta saat ini sudah memiliki 90 Kampung Tangguh Bencana (KTB) binaan dari BPBD.

KTB dibuat agar masyarakat lebih siap dalam menangani suatu bencana maupun mitigasinya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: gil
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help