TribunJogja/

Begini Upaya Kemenag Gunungkidul Menekan Angka Perceraian

Tingginya angka perceraian pada 2017 membuat Kepala Kementrian Agama Kabupaten Gunungkidul, mengambil langkah.

Begini Upaya Kemenag Gunungkidul Menekan Angka Perceraian
Tribun Jogja/ Fauziarakhman
Ilustrasi perceraian 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Tris Jumali

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Tingginya angka perceraian pada 2017 membuat Kepala Kementrian Agama Kabupaten Gunungkidul, Aidi Johansyah mengambil langkah.

Upaya menekan perceraian dilakukan dengan mencanangkan desa binaan keluarga sakinah (DBKS), Rabu (8/11//2017).

DBKS yang dicanangkan ini diharapkan dapat menekan angka perceraian yang cukup tinggi di Kabupaten Gunungkidul.

Kurang lebih ada sekitar 600 kasus yang ditangani oleh pengadilan agama.

"Untuk tahun ini desa Kepek, Kecamatan Wonosari telah menjadi desa binaan keluarga sakinah, suami istri yang semula tidak memiliki kegiatan tambahan sudah mulai mengembangkan industri batik rumahan," ucapnya.

Kegiatan semacam ini dapat menambah rasa keharmonisan dalam berumah tangga, sehingga gesekan dalam rumah tangga dapat ditekan.

Baca: Menangis di Persidangan, Ini Lima Fakta Miris Soal Perceraian Nafa Urbach dan Zack Lee

Sementara untuk anak-anak telah disediakan gardu pintar, yakni pos kamling yang disulap sebagai tempat mengakses ilmu pengetahuan.

"Dengan dicanangkannya DBKS di Desa Kepek, dalam kurun waktu satu tahun ini, Desa Kepek telah bebas dari kasus perceraian, untuk menghindari perceraian, pasangan lansia juga diberikan kegiatan positif seperti senam bersama suami istri, karena rasa jenuh di rumah juga menjadi faktor perceraian," ungkapnya.

Dampak dari perceraian itu sendiri sangatlah luas, terutama untuk anaka-anak, dikarenakan permasalahan diantara kedua orang tua akhirnya anak-anak dilupakan, dan mengganggu tumbuh kembang mereka.

"Hak anak-anak yang seharusnya mendapatkan rasa kasih sayang kedua orangtuanya terlupakan, anak-anak dikhawatirkan bisa berperilaku menyimpang tanpa adanya pengawasan ekstra dari kedua orangtua yang sudah bercerai," ucap Aidi. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: trs
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help