TribunJogja/
Home »

DIY

» Bantul

Karaoke Parangtritis Segera Ditutup Permanen, Karaoke Pantai Samas Menyusul

Jika masih ada tempat karaoke buka setelah Kamis, maka pihak Satpol PP tidak segan-segan membawa masalah ini ke ranah hukum.

Karaoke Parangtritis Segera Ditutup Permanen, Karaoke Pantai Samas Menyusul
TRIBUNJOGJA.COM / Susilo Wahid
Petugas Satpol PP Bantul (kiri) saat memberikan surat peringatan kepada salah satu pemilik karaoke (kanan) di kawasan Parangtritis, Kretek, Bantul, Senin (23/10/2017) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul mengeluarkan Surat Peringatan (SP) ketiga kepada para pengelola tempat karaoke di Pantai Parangtritis, Bantul, Senin (6/11/2017).

Ini adalah peringatan terakhir sebelum dilakukan penutupan permanen pada Kamis (9/11/2017).

Ketua Satpol PP Bantul, Jati Bayu Broto mengatakan jika sejak diterbitkan SP pertama, kedua sampai ketiga memang sudah tidak ada lagi tempat karaoke yang buka di Parangtritis.

"Sejauh ini mereka kooperatif, lalu penutupan permanen berlaku mulai Kamis dan seterusnya," kata Jati.

Nantinya jika masih ada tempat karaoke buka setelah Kamis lusa maka pihak Satpol PP tidak segan-segan membawa masalah ini ke ranah hukum berupa tindak pidana ringan (tipiring).

Ini berdasar komitmen Satpol PP bersama Dinas Pariwisata Bantul soal pengelolaan area tempat wisata.

Tak sampai di sini, Satpol PP juga memantau usaha karaoke di area Pantai Samas yang akhir-akhir ini diketahui menjadi pelarian LC dari Parangtritis.

Bedanya, dari pihak pemerintah desa setempat di Pantai Samas telah melakukan mediasi bersama para pengusaha karaoke di sana.

Satpol PP Bantul diketahui telah diajak berkomunikasi dengan pihak desa setempat dalam hal ini Lurah Srigading terkait keberadaan usaha karaoke di Pantai Samas.

"Mereka sadar dengan aturan yang berlaku, sudah ada komitmen untuk menutup tempat karaoke secara mandiri," kata Jati.

Informasi yang didapat Jati, setidaknya Bulan Desember nanti tempat karaoke di Pantai Samas akan ditutup total setelah dilakukan penutupan secara bertahap.

Pihak Satpol PP pun memberi apresiasi upaya ini namun akan tetap melakukan pemantauan terkait realisasi di lapangan.

Mekanisme penerbitan SP pertama, kedua, ketiga sampai penutupan permanen seperti di Pantai Parangtritis bukan tidak mungkin diterapkan di Pantai Samas jika tidak segera dilakukan penutupan.

"Sambil kita pantau upaya pihak desa untuk menutup tempat karaoke," katanya. (*)

Penulis: sus
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help