TribunJogja/

Sebanyak 4.8% Kebutaan di Dunia Disebabkan oleh Retinopati Diabetika.

Berdasarkan World Health Organization (WHO) tahun 2014, 4.8% kebutaan di dunia disebabkan oleh Retinopati Diabetika.

Sebanyak 4.8% Kebutaan di Dunia Disebabkan oleh Retinopati Diabetika.
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Diabetes Melitus atau kencing manis merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya peningkatan kadar glukosa darah di atas batas normal, sehingga meningkatkan kerusakan mikro dan makrovaskuler di berbagai organ tubuh.

Retinopati Diabetika merupakan satu di antara beberapa komplikasi mikrovaskukar yang paling sering dijumpai pada penderita kencing manis dan menyebabkan kebutaan permanen pada populasi usia produktif.

Berdasarkan World Health Organization (WHO) tahun 2014, 4.8% kebutaan di dunia disebabkan oleh Retinopati Diabetika.

Penderita Diabetes Melitus mempunyai resiko seumur hidup 90% untuk terjadi Retinopati Diabetika, yang akan meningkat seiring lamanya Diabetes Melitus.

Data meta-analisis tahun 2012 memperkirakan bahwa 93 juta orang di seluruh dunia didapatkan Retinopati Diabetika.

Sepertiganya beresiko tinggi mengalami kebutaan karena stadium lanjut.

Penderita Diabetes Melitus di Indonesia diperkirakan akan meningkat lebih dari 20 juta pada tahun 2025.

Jumlah tersebut belum termasuk Diabetes Melitus yang belum terdiagnosis. Diperkirakan hampir 50% dari total prevalensi.

Tingginya prevalensi Diabetes Melitus di Indonesia juga diikuti oleh peningkatan prevalensi Retinopati Diabetika pada populasi Diabetes Melitus. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help