TribunJogja/

TRIBUNJOGJATV ONLINE

VIDEO : Inspiring Beauty - Valentine Dunam Andready

Valent mengatakan, bidang yang ia geluti sampai saat ini berawal dari ketidaksengajaannya

VIDEO : Inspiring Beauty - Valentine Dunam Andready
TRIBUNJOGJA.COM / Bramasto Adhy
Valentine Dunam Adready 

TRIBUNJOGJA.COM - Untuk mendalami suatu bidang, setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk memahaminya.

Ada yang mengerti dari banyaknya literatur dari minatnya, juga hal-hal yang dipahami melalui pengalaman-pengalaman yang dialami seseorang dan masih banyak lagi.

Dan pengalaman rupanya telah menjadi guru yang sangat berharga bagi Valentine Dunam Adready (26), seorang konsultan di bidang kuliner asal Yogyakarta yang telah mengawali karirnya sejak tahun 2014 lalu.

Valent mengatakan, bidang yang ia geluti sampai saat ini berawal dari ketidaksengajaannya ketika menjadi bagian tim opening untuk sebuah restoran di Yogyakarta.

Di sana ia berkutat dengan banyak hal, mulai dari membuat konsep, mengurus perizinan, menjadi marketing dan masih banyak lagi, yang membuatnya mau tak mau mesti menguasai berbagai tugas tersebut.

“Jadi ketika itu management pertama yang direkrut itu aku sebagai marketing, cuma kalau kerja di perusahaan kecil, restoran kan perusahaan kecil, itu aku nggak bisa beda-bedain kerjaan, kalau aku beda-bedain kerjaan udah nggak akan dipakai sama perusahaan. Jadi ya aku ngerjain semua, mulai dari konsep restoran, perizinan, makanan, harga, segmentasi, strategi, keamanan, perekrutan karyawan dan lainnya,” kata wanita kelahiran 26 Februari 1991 silam itu.

Hingga pada akhirnya setelah beberapa tahun ia bekerja di sana, Valent memutuskan untuk mengundurkan dari restoran tersebut karena ingin membuka usahanya dibidang audio visual.

Ketika ia keluar, banyak sekali restoran-restoran di Yogyakarta untuk mengisi berbagai posisi. Mulai dari manager, marketing dan masih banyak lagi.

“Tapi keputusanku untuk keluar dari restoran yang bisa dikatakan sebagai tempat aku belajar banyak, aku kepengen buka usaha sendiri, makanya tawaran-tawaran itu nggak aku ambil. Dan sampai pada suatu ketika aku ketemu sama orang yang pengen aku jadi konsultan untuk restorannya. Nah dari situlah aku memulai perjalanku sebagai konsultan untuk bisnis kuliner. Karena dengan menjadi konsultan aku nggak mesti setiap waktu bekerja di sana,” tutur Valent lagi.

Tak hanya dapat diterapkan pada bidang kuliner saja, pengetahuan yang ia miliki bisa diterapkan untuk bidang usaha lain.

Contohnya saja seperti usaha yang dibuatnya, ada beberapa hal yang bisa diterapkan seperti bagaimana konsep sebuah bisnis itu mesti matang.

“Pada dasarnya teorinya sih sama, cuma kasus yang harus diselesaikan tentunya berbeda,” lanjutnya. (*)

Penulis: abm
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help