Menabuh Gamelan 66 Jam Non Stop, Pengalaman Baru Bagi Pengrawit Muda di Kulonprogo

Pagelaran Menabuh Gamelan 66 Jam Non Stop yang dilangsungkan di Alun-alun Wates menjadi pengalaman tak terlupakan bagi sejumlah peserta.

Menabuh Gamelan 66 Jam Non Stop, Pengalaman Baru Bagi Pengrawit Muda di Kulonprogo
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Sejumlah pelajar bersemangat menabuh perangkat gamelan dalam pagelaran Menabuh Gamelan 66 Jam Non Stop di Alun-alun Wates, Kamis (19/10/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Pagelaran Menabuh Gamelan 66 Jam Non Stop yang dilangsungkan di Alun-alun Wates menjadi pengalaman tak terlupakan bagi sejumlah peserta.

Terutama, para pengrawit muda dari kalangan pelajar sekolah se-Kulonprogo.

Satu di antaranya Muhammad Ridwan, siswa kelas IX SMPN 2 Galur.

Bersama sekitar 19 teman sekolahnya, ia turut ambil bagian dalam pemecahan rekor Museum rekor Indonesia (MURI) tersebut.

Mereka setidaknya bermain dalam durasi 1,5 jam, bergantian dengan kelompok pengrawit lainnya yang juga jadi peserta dalam pagelaran tersebut.

Ini jadi pengalaman pertama bagi Ridwan dan temannya untuk bermain dalam waktu lebih dari 1 jam tersebut.

"Paling lama biasanya hanya main 20 menit sedangkan di sini kami bermain sampai 1,5 jam.

Baca: Kulonprogo Siap Curi Rekor Nabuh Gamelan Terlama dari Taman Mini

Tangan jadi lumayan pegal tapi ini sangat mengesankan karena baru pertamakali," jelas Ridwan yang kebagian menabuh kendhang itu seusai tampil, Kamis (19/10/2017) sore.

Ada 48 kelompok pengrawit dari berbagai rentang usia yang terlibat dalam gelaran tersebut.

Halaman
12
Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved