TribunJogja/

Kulonprogo Siap Curi Rekor Nabuh Gamelan Terlama dari Taman Mini

Jika pagelaran yang digawangi Pemerintah Kabupaten Kulonprogo untuk merayakan hari jadinya itu sukses, capaiannya akan jauh melampaui rekor TMII.

Kulonprogo Siap Curi Rekor Nabuh Gamelan Terlama dari Taman Mini
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Pagelaran nabuh gamelan 66 jam non stop digelar di Alun-alun wates untuk merayakan Hari Jadi Kulonprogo sekaligus pemecahan rekor MURI. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Pagelaran Nabuh Gamelan 66 Jam Non Stop yang digelar di Alun-alun Wates berpeluang menciptakan rekor baru.

Pasalnya, rekor terlama bermain karawitan atau menabuh gamelan saat ini masih dipegang Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yakni 57 jam dan sudah bertahan tiga tahun belakangan.

Ini artinya, jika pagelaran yang digawangi Pemerintah Kabupaten Kulonprogo untuk merayakan hari jadinya itu sukses, capaiannya akan jauh melampaui rekor TMII.

Capaian itu bahkan akan melebihi ketentuan minimal 10 persen lebih lama yang disyaratkan Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk dicatat sebagai rekor baru.

"Apabila jadi terlaksana dengan lancar, pagelaran ini akan menumbangkan rekor sebelumnya yang dicatatkan TMII," kata Senior Manager MURI, Sri Widayati di sela pembukaan gelaran tersebut, Rabu (18/10/2017) malam.

Baca: Mahasiswa UGM Kembangkan Prototipe Gamelan Untuk Tunanetra

Peserta dalam gelaran nabuh gamelan itu terbagi dalam 4 panggung.

Apabila kelompok yang bermain di awal sudah hampir rampung, kelompok berikutnya harus bersiap sehingga tidak ada jeda waktu permainan dalam pergantian kelompok.

Widayati mengatakan, pihaknya sebetulnya memberi toleransi jeda waktu hingga 10 menit untuk proses pergantian pemain maupun penghormatan pada jam adzan shalat.

Namun begitu, pihak panitia gelaran dari Pemkab Kulonprogo memilih untuk tidak menggunakannya.

"Untuk pagelaran ini, kategorinya adalah 'Paling atau Ter-. Jika sukses, MURI akan berkesempatan mencatat rekor spektakuler dalam hal nguri-uri budaya adiluhung," kata Widayati.

Pada acara itu, sebanyak 1200 pengrawit dari 58 grup turut dilibatkan.

Mulai dari kelompok pengrawit usia pelajar, remaja, forum karawitan dan dalang, mitra akademik, dan juga masyarakat umum.

Masing-masing kelompok akan menabuh gamelan dengan durasi sekitar 90 menit dengan konsep saling susul.

Ketika satu kelompok sudah akan merampungkan komposisi permainannya, kelompok berikutnya akan langsung menyambung tanpa jeda sedikitpun.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help