Cerita Jokowi Disopiri Putra Mahkota Uni Emirat Arab Hingga Tiba-tiba Dibelokkan ke Restoran

Presiden Joko Widodo bercerita tentang pengalamannya sewaktu berkunjung ke Uni Emirat Arab tiga tahun lalu

Cerita Jokowi Disopiri Putra Mahkota Uni Emirat Arab Hingga Tiba-tiba Dibelokkan ke Restoran
facebook
Salah satu program Jokowi Menjawab yang ditayangkan di Facebook 

TRIBUNJOGJA.com - Presiden Joko Widodo bercerita tentang pengalamannya sewaktu berkunjung ke Uni Emirat Arab tiga tahun lalu. Saat itu, Jokowi mendapat sambutan istimewa. Bahkan, dia sempat berkeliling berdua dengan Putra Mahkota Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nahyan menggunakan mobil mewah tanpa pengawalan.

Hal itu disampaikan Jokowi saat bersilaturahim bersama keluarga besar Persatuan Islam (Persis) di Masjid PP Persis, Jalan Perintis Kemerdekaan, Bandung, Selasa (17/10/2017) malam.

"Saat saya ke UEA turun di Abu Dhabi disetirin oleh Sheikh Mohammed yang merek mobilnya saya tidak tahu. Kalau Mercy saya masih tahu, BMW saya tahu, itu mereknya enggak jelas. Disetirin sendiri, berdua tidak boleh ada pengawal," sebut Jokowi.

Saat itu, sambung dia, Syeikh Mohammed mengajaknya makan di sebuah restoran. Dua jam waktu dihabiskan untuk berbincang.

"Saya ditanya, 'Presiden Jokowi ndak usah ke Istana yah'. Saya diajak makan, tahu-tahu dibelokkan ke restoran, kaget saya juga. Beliau sangat kaya raya sekali. Tapi begitu sangat sederhana, mau menjemput, diajak makan di restoran, berbincang lebih dua jam di sana. Ditanya enak enggak makannya, setelah itu baru ditanya kebutuhanmu apa, kan enak sekali sudah diberi makan," tuturnya.

Jokowi memetik pelajaran berharga dari pertemuan itu. Menurut dia, gaya pendekatan sederhana para kepala negara di Timur Tengah perlu dicontoh.

Sebab itu, dia pun selalu menyempatkan menjemput langsung para tamu negara di tangga pesawat untuk lebih mengakrabkan diri.

"Raja Salman kami jemput di tangga pesawat. Besok Syeikh Tamim juga dijemput di pintu pesawat. Nanti bulan Desember Sheikh Mohammed dari UEA, karena saya ke sana dijemput di depan pesawat juga," katanya.

"Beliau-beliau tahu kita adalah negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, tetapi penjelasan soal investasi dan peluang usaha beliau tidak tahu.

"Itu cara beliau agar dekat dengan kita, tetapi kita sendiri perlu menjelaskan apa yang diinginkan, apa yang dibutuhkan ternyata mereka sangat tidak formal sekali," tambahnya.

Halaman
12
Editor: mon
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved