TribunJogja/

Lubang Kecil Panjang ini Jadi Tempat Sampah Baru di Titik Nol Kilometer

Nampak sampah yang memenuhi lubang tersebut didominasi sampah plastik bekas minuman.

Lubang Kecil Panjang ini Jadi Tempat Sampah Baru di Titik Nol Kilometer
TRIBUNJOGJA.COM / Pradito Rida Pertana
Sampah yang didominasi jenis sampah plastik ini tampak memenuhi lubang kecil yang berada di pedestrian Titik Nol Kilometer. Nampak pula sudah disediakan tempat sampah di daerah tersebut, namun tetap saja sampah masih memenuhi lubang kecil tersebut, Selasa, (17/10/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebuah lubang berukuran kecil dan memanjang yang terdapat di sekitar Titik Nol Kilometer Yogyakarta beralih fungsi menjadi tempat sampah.

Nampak sampah yang memenuhi lubang tersebut didominasi sampah plastik bekas minuman.

Menurut pantauan Tribunjogja.com, sampah yang berada di lubang pedestrian Malioboro sebelah timur ini begitu banyak dan terkesan tak kunjung dibersihkan.

Hal tersebut membuat pemandangan di sekitar Titik Nol Kilometer terkesan kumuh.

Padahal beberapa tempat sampah telah disiapkan di daerah tersebut.

Warsono (50), warga setempat mengatakan, lubang kecil panjang tersebut memang kerap dipenuhi sampah.

Menurut info yang ia dapat memang pembangunannya belum selesai, namun ia merasa jika sampah-sampah tersebut harus tetap dibersihkan.

"Memang proyek pedestrian ini belum jadi, kalau dengar-dengar rencananya mau dikasih besi gitu di atas lubangnya seperti saluran air. Ya harusnya walau proyeknya belum selesai tetap harus dibersihkan sampah yang di lubang itu," katanya, Selasa (17/10/2017).

Lanjutnya, ia menilai memang dengan banyaknya sampah ini membuat Titik Nol Kilometer menjadi kurang enak dipandang.

"Tetap harus dibersihkan sampahnya itu, agar enak dilihat juga, kan tempat ini adalah tempat wisata. Apa kata wisatawan nanti," jelasnya.

Jumiyanto (46), seorang tukang parkir di Benteng Vredeburg menuturkan, sebaiknya di sekitaran Titik Nol Kilometer ini diberi papan berisi himbauan membuang sampah.

Menurutnya, banyak sekali wisatawan yang kerap membuang sampah sembarangan, padahal sudah disediakan tempat sampah di daerah tersebut.

"Sampah-sampah itu ya harus dibersihkan, tapi juga harus dibuat papan himbauan seperti 'Dilarang membuang sampah di sini' gitu. Karena masih banyak wisatawan yang buang sampah sembarangan," ungkapnya. (*)

Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help