Mural Ini Bisa Menangkal Hoax Intoleransi

Mural ini menghadirkan berbagai sosok dari beragam profesi yang saling berdampingan dengan ekspresi wajah penuh kedamaian.

Mural Ini Bisa Menangkal Hoax Intoleransi
TRIBUNJOGJA.COM / Yudha Kristiawan
Mural penangkal hoax intoleransi hasil karya kolaborasi beberapa perupa dari Yogya. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Intoleransi di tanah air direspon positif oleh kalangan seniman dengan membuat berbagai karya dengan harapan toleransi yang sudah dibangun oleh nenek moyang kembali hadir utuh dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Kali ini sejumlah perupa membuat mural sebagai wujud dukungan terciptanya toleransi sehingga kerukunan hidup bermasyarakat bisa terjaga dengan baik di tengah keberagaman budaya dan agama melalui kearifan lokal.

Mereka adalah Heru Dodot Widodo, Bram Laksono, Akid Librianty, Rony Narung, dan Nuria Samsuri.

Para perupa ini berkolaborasi membuat mural di tembok tembok yang ada di lingkungan sekitar di 14 Kecamatan di wilayah Yogyakarta.

Kepada Tribunjogja.com, Dodot menjelaskan, karya kolaborasi mural yang dikerjakan tadi malam (Jumat,13/10/17) hingga selesai ini, lahir berawal dari ide ide mengenai masalah toleransi dirasa semakin terkikis, baik antara orang kaya, artis ataupun anak muda dan kaum intelektual.

Melalui media mural, Dodot dan seniman lain yang terlibat bersepakat membuat karya bertema toleransi.

Satu dari beberapa karya mereka bisa disaksikan tembok di Sidomulyo, Kelurahan Mbener Kecamatan Tegal Rejo.

Mural ini menghadirkan berbagai sosok dari beragam profesi yang saling berdampingan dengan ekspresi wajah penuh kedamaian sebagai penanda mereka bisa hidup berdampingan dengan bahagia walaupun sarat perbedaan.

Nampak sosok ulama, petani, hingga artis ada di mural ini.

"Melalui karya mural ini, pertama kita mengantisipasi adanya hoax khususnya di dunia maya yang bisa menyebabkan intoleransi. Perang hoax ini bisa memicu fitnah dan hal hal yang kurang baik," ujar Dodot.

Lanjut Dodot, untuk mewujudkan merdeka dalam keberagaman bisa dicapai dengan kerjasama semua pihak melalui potensinya masing masing.

Toleransi ini sangat luas cakupannya, meliputi, toleransi terhadap orang tua,toleransi terhadap yang lebih muda dari yang tua, hingga yang kaya ke yang miskin dan sebaliknya.

"Melalui karya mural ini sekali lagi kami d ingin mengajak segenap masyarakat untuk saling menghargai satu sama lainnya sehingga tercipta suasana yang baik dan kondusif terutama untuk kota Yogya tercinta," imbuh Dodot. (*)

Penulis: yud
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved