TribunJogja/

Bupati Rita Tidak Takut Jeratan KPK, Dia Akan Buktikan Asal-usul Hartanya

KPK mensinyalkan akan menjerat ‎Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari dengan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

TRIBUNJOGJA.COM - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mensinyalkan akan menjerat ‎Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari dengan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Saat dikonfirmasi ke Rita, kader Partai Golkar ini‎ mengaku sama sekali tidak takut. Bahkan Rita menyatakan siap membuktikan asal-usul kepemilikan hartanya.

"KPK harus di pembuktian terbalik. Saya siap membuktikan," kata Rita saat ditemui usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jumat (13/10/2017).

Rita menjelaskan dirinya sama sekali ‎tidak pernah menerima uang hasil korupsi yang kemudian disamarkan dengan membeli barang tertentu. Menurut Rita, dirinya hanya memiliki satu unit mobil merek Toyota Alphard.

Sementara empat mobil lain yang disita KPK yakni Hummer type H3, Toyota Vellfire, Ford Everest, dan Land Cruiser, ditegaskan Rita itu bukan atas nama dirinya.

"TPPU juga kan ada syaratnya. Kalau uangnya memang hasil korupsi, terus saya beli pakai namamu, satu saja kan mobil saya Alphard itu," singkatnya.

Rita Widyasari ditetapkan sebagai tersangka di dua kasus berbeda yakni menerima gratifikasi terkait dengan jabatannya dan menerima suap.

Dalam perkara gratifikasi, Rita bersama-sama Khairudin ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan tugas dan kewajibannya yaitu uang sebesar USD 775 ribu atau setara Rp 6,975 miliar.

Penerimaan itu berkaitan dengan sejumlah proyek di Kutai Kartanegara selama masa jabatan tersangka.

Sementara dalam kasus suap, Rita diduga menerima suap dari Hery Susanto Gun selaku Dirut PT Sawit Golden Prima senilai Rp 6 miliar sekitar bulan Juli dan Agustus 2010.

Uang itu diduga untuk memuluskan perizinan lokasi untuk keperluan inti dan plasma perkebunan sawit di Desa Kupang Baru Kecamatan Muara Kaman kepada PT Sawit Golden Prima. Dalam kasus itu, KPK juga menetapkan Hery sebagai tersangka.

Kini, Rita ditahan di Rutan Klas I Cipinang cabang KPK di Gedung Merah Putih, Jalan Kuningan Persada Kavlin 4. Sementara Khairudin ditahan di Rutan Pomdan Jaya Guntur.

Editor: ribut raharjo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help