TribunJogja/

Harga Tembakau di Klaten Anjlok

Terakhir harga tembakau di pasaran mencapai Rp 105 ribu per kilogram dengan grade E.

Harga Tembakau di Klaten Anjlok
TRIBUNJOGJA.COM / Angga Purnama
Pekerja sedang memilah daun tembakau kering yang terkena jamur di salah satu pengolahan daun tembakau di Desa Solodiran, Kecamatan Manisrenggo, Jumat (13/10/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM – Tingginya intensitas hujan yang terjadi di masa peralihan musim kemarau ke musim hujan berdampak pada harga tembakau di pasaran.

Kondisi ini berpotensi membuat petani mengalami kerugian.

Ketua Koalisi Nasional Penyelamat Kretek (KNPK), Ariyanta Sigit Suwanta mengatakan terakhir harga tembakau di pasaran mencapai Rp 105 ribu per kilogram dengan grade E.

Adapun tembakau yang ditanam di wilayah Klaten bagian barat merupakan jenis Bligon.

“Memang sempat tinggi, namun ketika turun hujan deras sekali saja, tembakau jenis ini tidak lagi diminati,” katanya, Jumat (13/10/2017).

Menurutnya tembakau jenis ini memiliki karakter yang mudah menyerap air.

Sehingga saat hujan turun, kadar airnya meningkat dan berdampak pada kualitas daun saat panen.

“Itulah masalah yang dihadapi petani tembakau saat ini, meskipun sudah mencapai grade E tapi ketika hujan sudah turun, kualitasnya ikut anjlok,” ujarnya.

Dengan kondisi cuaca dengan curah hujan saat ini, harga tembakau tidak dapat diprediksi.

Bahkan bisa jadi turun hingga 50 persen dari harga saat ini.

“Jika seperti ini, tembakau petani menjadi sulit terserap. Karena bagaimanapun pengepul tidak mau rugi karena harus berspekulasi apakah hasil panen tembakau saat ini bakal diserap pabrik atau tidak,” paparnya. (*)

Penulis: ang
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help