TribunJogja/

Gaun Miss Earth Indonesia 2017 Dikonsep dengan Filosofi Ini

Yenny menggunakan sisa-sisa lace yang ditata dan dipayet satu persatu membentuk ukiran seperti ukiran Surakarta.

Gaun Miss Earth Indonesia 2017 Dikonsep dengan Filosofi Ini
istimewa
michelle 

Laporan Reporter Tribun Jogja Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Yenny Lee Bridal Couture menggandeng Jenny J Silver untuk aksesori mewujudkan konsep gaun yang dipakai oleh Michelle Alriani sebagai wakil Miss Earth Indonesia 2017.

Yenny berkolaborasi dengan D Jenny untuk aksesori, di antara motif bunga ditambahkan hiasan dari bungkus permen Hexos sebagai simbol ketangguhan Indonesia dalam bertahan dan berjuang, lantaran permen tersebut dianggap menjadi satu perwakilan masa lampau.

Untuk aksesori nya, Jenny J Silver mengambil bentuk bunga yang ditata sedemikian rupa menyesuaikan gaun dan mempertegas keanggunan Michelle.

Aksesori yang disiapkan pada ballgown hijau ini ada earcuff dan stud bunga bunga yang berwarna warni yang dipadu dengan sebuah cincin yang di tata seperti uliran bunga-bunga yang menggambarkan Michelle yang sedang mekar dan mewakilkan banyak suku di indonesia yang berbeda beda tapi tetap satu.

"Untuk evening gown best dresses competition, kami ambil model yang simple namun elegan sesuai dengan karakter Michelle yang rendah hati dan anggun. Bahan yang digunakan merupakan perpaduan bahan modern dan sisa-sisa batik gendong dan sarung batik sogan," terang Yenny, Jumat (13/10/2017).

Lanjut Yenny, pada batik sogan, satu di antaranya terdapat motif burung kasuari betina yang menunjukkan feminitas.

Sedangkan sarung gendong yang pada dasarnya tidak dijahit dan tidak dipotong mengandung arti harapan, kebahagiaan, keindahan, dan keanggunan pemakainya.

"Untuk aksesorinya kita pilih dari ide Gatot Kaca karena Gatot kaca adalah seorang yang berani, teguh, tangguh, cerdik pandai, waspada, dan bertanggung jawab. Melalui gaun ini juga terkandung doa agar Michelle selalu maju, berkembang, selalu bahagia dan semoga bisa menang," jelas Yenny.

Terakhir adalah gaun untuk coronation, di mana gaunnya juga dibuat simple elegan, sedikit seksi namun berkesan berkarakter kuat.

Pada gaun ini Yenny menggunakan sisa-sisa lace yang ditata dan dipayet satu persatu membentuk ukiran seperti ukiran Surakarta yang bersifat lembut dan harmonis yang ditunjukkan dalam bentuk sulur tanaman pakis yang mengalir secara alami.

"Untuk aksesori nya dibuat juga seperti sulur pakis pada bagian earcuff dan ukiran pada gelang yang membantu mempertegas kesan wanita Indonesia yg kuat dan tangguh namun tetap anggun dan cantik. Konsep keseluruhan gaun ini juga sebagai simbol keramahan dan saling menghormati. Karena dalam kompetisi pasti ada yang menang dan ada yang kalah namun semua tetap adalah sahabat," terang Yenny. (*)

Penulis: yud
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help