TribunJogja/
Home »

DIY

Breakwater Jadi Kunci Pelabuhan Tanjung Adikarto

Untuk breakwater ini, untuk hanya sekedar bisa dimanfaatkan maka biaya yang dibutuhkan adalah Rp 150 miliar.

Breakwater Jadi Kunci Pelabuhan Tanjung Adikarto
TRIBUNJOGJA.COM / Dwi Nourma Handito
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Sigit Sapto Raharjo. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dwi Nourma Handito

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pelabuhan Perikanan Tanjung Adikarto Kulonprogo diharapkan bisa berfungsi bersamaan dengan selesainya pembangunan bandara baru Kulonprogo.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Sigit Sapto Raharjo mengatakan kunci Tanjung Adikarto saat ini adalah pembangunan breakwater yang lebih panjang.

Hal tersebut disampaikannya seusai pertemuan antara Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan Gubernur DIY di Komplek Kepatihan, Jumat (13/10/2017).

Menurutnya secara prinsip Kementerian Kelautan dan Perikanan mendukung pelabuhan Tanjung Adikarto.

"Tadi saya sudah sampaikan dengan biaya biaya (yang dibutuhkan) ini, karena dia Sekjen baru akan melihat, dia tidak melihat dari besarnya biaya tapi manfaatnya," kata Sigit.

Sigit menilai, kunci Tanjung Adikarto untuk bisa beroperasi adalah mengenai breakwater yang diperpanjang.

Untuk breakwater ini menurutnya untuk hanya sekedar bisa dimanfaatkan maka biaya yang dibutuhkan adalah Rp 150 miliar.

Namun agar optimal maka biaya yang dibutuhkan tiga kali lipatnya, atau Rp 450 miliar.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian PU dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) akan memulai melakukan normalisasi alur masuk menuju kolam pelabuhan.

Seperti diketahui, pelabuhan Tanjung Adikarto memanfaatkan muara sungai Serang sebagai pintu masuk ke kolam pelabuhan.

Muara sungai ini tersedimen atau mengalami pendangkalan sehingga perahu perahu besar tidak bisa masuk ke kolam pelabuhan.

Tahun depan akan dimulai normalisasi alur oleh BBWSO dengan anggaran Rp 50 miliar. Sementara untuk breakwater dianggarkan multi years selama tiga tahun.(*)

Penulis: dnh
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help