TribunJogja/

Berniat Menyeberang, Kakek Ini Tersambar Kereta Api

Saat itu ia mendengar suara panjang klakson kereta api, dan selang beberapa waktu banyak warga yang berteriak-teriak.

Berniat Menyeberang, Kakek Ini Tersambar Kereta Api
TRIBUNJOGJA.COM / Pradito Rida
Warga sekitar mengerumuni selokan dimana seorang pria ditemukan tak bernyawa. Diduga pria tersebut terpental usai disambar kereta api yang melintas di perlintasan kereta api daerah Sapen, RT. 33 RW.9 Demangan, Gondokusuman, Jumat (13/10/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Seorang pria yang tengah menyeberang di sebuah perlintasan kereta api daerah Sapen, RT  33 RW 9 Demangan, Gondokusuman harus meregang nyawanya dikarenakan tersambar kereta api yang melintas di daerah tersebut.

Semiyati (53), warga sekitar sekaligus saksi mengatakan, kejadian pada Jumat (13/10/2017) tersebut berlangsung pagi hari ketika ia tengah membuat jamu di rumahnya.

Saat itu ia mendengar suara panjang klakson kereta api, dan selang beberapa waktu banyak warga yang berteriak-teriak.

Ia pun segera keluar untuk mencari sumber suara tersebut.

Baca: Rekam Video di Rel, Bocah Ini Tersambar Kereta Api. Ini Videonya

"Sekitar jam 8 itu saya dengar ada suara klakson kereta api keras sekali dan lama durasinya. Kemudian setelah kereta melintas warga pada keluar dan teriak 'ada orang ketabrak' gitu. Saya keluar dan ternyata sudah ada pria yang nyemplung di got itu," katanya saat ditemui di rumahnya.

Lanjutnya, warga kemudian melaporkannya ke pihak Kepolisian dan selang beberapa waktu petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Gondokusuman datang ke lokasi.

Ia menjelaskan pula, kondisi pria yang sudah tak bernyawa itu mengalami luka serius di bagian kepalanya.

"Tidak lama setelah lapor ke polsek, beberapa polisi datang dan disusul mobil ambulan, jam setengah 10 sudah diangkat tadi mayatnya. Kalau kondisi mayat tadi kepalanya hilang separo, tapi badannya utuh. Mungkin karena kesamber kereta tadi terus terlempar ke selokan," jelasnya.

Ia menjelaskan, pria tersebut merupakan warga Sapen, dan seorang pensiunan pegawai PT KAI.

Menurut info yang diperolehnya, pria tersebut itu akan menyeberang rel setelah dari Pasar Talok, mungkin karena pendengarannya berkurang jadi tidak tahu kalau ada kereta api tadi.

"Orang yang kesamber tadi itu orang Sapen, rumahnya dekat balai. Dari Pasar Talok mau pulang sepertinya, kan ada kaya tempat nyebrang itu di selatan rel. Orangnya memang sudah tua pensiunan KAI, mungkin karena agak kurang pendengarannya jadi tidak tahu kalau ada kereta," paparnya.

Ditambahkannya, kejadian orang tertabrak kereta api di perlintasan tersebut bukan kali pertamanya.

"Kejadian seperti ini bukan pertama kali terjadi, kebanyakan yang di rel sebelah timur sana mas, untuk kejadian seperti ini jelas sudah lebih dari 2 kali dan kebanyakannya meninggal di tempat," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help