TribunJogja/
Home »

Jawa

Anjloknya Harga Tembakau di Klaten, Disinyalir Karena Faktor Ini

Kondisi ini kemudian berdampak pada panen daun tembakau yang tidak maksimal lantaran musim hujan telah tiba.

Anjloknya Harga Tembakau di Klaten, Disinyalir Karena Faktor Ini
TRIBUNJOGJA.COM / Angga Purnama
Pekerja sedang memilah daun tembakau kering yang terkena jamur di salah satu pengolahan daun tembakau di Desa Solodiran, Kecamatan Manisrenggo, Jumat (13/10/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM – Ketua Koalisi Nasional Penyelamat Kretek (KNPK), Ariyanta Sigit Suwanta menilai petani tembakau di Kabupaten Klaten mengalami keterlambatan tanam tembakau.

Kondisi ini kemudian berdampak pada panen daun tembakau yang tidak maksimal lantaran musim hujan telah tiba.

“Ada perubahan karakter cuaca, musim tidak bisa lagi diprediksi dan ada kecenderungan maju,” ungkapnya.

Menurutnya dengan kondisi ini, petani harus mau memahami keadaan iklim agar tidak merugi.

Satu di antaranya dengan memajukan tanam tembakau lebih dari biasanya.

“Jika biasanya tembakau baru mulai ditanam saat mulai musim kemarau, saat ini persiapannya harus lebih maju,” paparnya.

Dengan kondisi iklim yang tidak tentu seperti saat ini, petani semestinya sudah menyiapkan bibit tembakau lebih awal yaitu saat menjelang panen padi.

Hal tersebut dilakukan agar saat padi dipanen, bibit tembakau sudah siap dipanen.

“Kebanyakan petani beli bibit tembakau setelah panen, padahal dengan kondisi iklim seperti saat ini hal ini kurang efektif,” kata Sigit.

Pria yang juga menjabat sebagai kepala Desa Solodiran ini mengatakan jika petani khawatir cuaca pancaroba, petani dapat memanfaatkan polybag untuk menanam bibit tembakau untuk sementara waktu sampai lahan siap digunakan.

Selain mempercepat, hal ini dilakukan agar bibit yang ditanam masuk usia yang ideal untuk ditanam.

“Sehingga mengurangi biaya perawatan di awal tanam karena sudah dilakukan di rumah dan dapat menghindari dampak cuaca ekstrim saat perubahan musim,” ujarnya. (*)

Penulis: ang
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help