TribunJogja/
Home »

DIY

» Bantul

Nilai Ekonomis Kerajinan Anyaman Makin Tinggi Berkat Seni Ini

Misi Decodian adalah untuk mempercantik kerajinan yang sebelumnya biasa saja menjadi memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Nilai Ekonomis Kerajinan Anyaman Makin Tinggi Berkat Seni Ini
TRIBUNJOGJA.COM / Tris Jumali
Nur Diana Hidayati saat Pameran Produk Ekspor Daerah 'Indonesia Kreatif' di Jogja Expo Center, Kamis (12/10/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM - Decoupage adalah cara menyenangkan dan mudah untuk mendekorasi objek apa saja, termasuk benda-benda di rumah mulai dari vas kecil hingga furnitur berukuran besar.

Nur Diana Hidayati, Owner Decodian mengatakan dirinya berpikiran untuk memulai berbisnis kerajinan Decoupage karena melihat dari temannya.

"Awalnya itu teman saya ada yang bikin decoupage, terus saya juga lihat di youtube, dan belajar dari kursus untuk membuatnya, ternyata menyenangkan," tutur Nur, Kamis (12/10/2017).

Decoupage, yang berasal dari bahasa Prancis découper atau berarti memotong, merupakan kerajinan atau bentuk seni yang memerlukan potongan-potongan bahan (biasanya kertas) yang ditempel pada objek dan kemudian dilapisi dengan pernis atau pelitur.

"Kerajinan decoupage, itu seni kerajinan tangan memotong dan menempel kertas motif yang berbahan kertas tisu pada media, seperti anyaman pandan, rotan, dan juga bisa kayu, lalu gelas," jelas Nur.

Setelah ia mempelajari seni kerajinan tangan ini, barang ia buat pun semakin banyak dan akhirnya memutuskan untuk menjual kreasi tangannya tersebut ke toko oleh-oleh yang ada di Yogyakarta.

"Responnya cukup baik, tapi tidak selalu barang itu laku, bahkan kadang ada yang lama baru terjual, tapi ada juga yang cepat. Nama Decodian itu saya pakai karena spontas saja saya jawab ketika ditanya sama yang punya toko oleh-oleh," katanya.

Seni Decoupage yang Nur jual kepada konsumen lebih cendrung seperti tas, dompet, tempat pensil, dan juga tempat kosmetik.

Sedangkan untuk motif yng ia buat, lebih sering berupa bunga dan hewan.

"Kalau bunga itu ada Mawar, Lavender, Tulip, Anggrek, dan Sakura. Hewannya seperti kupu-kupu, capung, burung," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: trs
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help