TribunJogja/

6 Mitos dan Fakta Soal Bulu Kemaluan. Bisa Berhenti Tumbuh?

Sebaiknya, kita membaca apa kata para ahli untuk memisahkan fakta dari fiksi mengenai rambut kemaluan.

6 Mitos dan Fakta Soal Bulu Kemaluan. Bisa Berhenti Tumbuh?
Shutterstock
Ilustrasi 

"Secara teori, Anda bisa mendapatkan rangsangan secara lebih langsung tanpa adanya rambut kemaluan itu," katanya lagi.

"Tapi semua itu tergantung pada apa yang Anda suka, berapa banyak stimulasi atau tekanan yang kita butuhkan untuk mencapai orgasme. Rambut kemaluan bisa dianggap mengurangi kenikmatan dan bisa juga tidak."

Mitos: Warna rambut kemaluan sesuai dengan warna rambut Anda

Fakta: Ini kepercayaan klasik. Lihatlah warna alis untuk prediksi yang lebih akurat. "Untuk sebagian besar orang, rambut kemaluan cenderung sewarna dengan warna alis," kata Askew.

Mitos: Rambut kemaluan yang lebat membuat libido pasangan turun

Fakta: Secara teknis, itu tergantung pada pasangan Anda, tapi ada beberapa bukti bahwa rambut kemaluan justru bisa menaikkan libido pasangan karena penuh feromon.

"Kelenjar sebaseus, yang ada pada ujung/bantalan rambut, menghasilkan sekresi berbau," kata Askew.

"Kemudian, bercampur dengan bakteri pada kulit dan rambut, akan menghasilkan aroma yang disebut feromon. Bau akan bertambah jika Anda memiliki rambut kemaluan atau jika Anda tidak membersihkannya karena bakteri akan berpopulasi di sana."

Orang yang sensitif dengan aroma, bisa jadi tertarik dengan aroma feromon itu.

Mitos: Rambut kemaluan tidak pernah berhenti tumbuh.

Halaman
123
Editor: oda
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help