TribunJogja/

PPSA XXI Lemhanas Mengapresiasi Kampung Langenastran

PPSA XXI Lemhanas RI yang melakukan kunjungan ke Kampung Wisata Budaya Langenastran Yogyakarta.

PPSA XXI Lemhanas Mengapresiasi Kampung Langenastran
TRIBUNJOGJA.COM / Pradito Rida
Peserta PPSA XXI Lemhanas RI saat melakukan kunjungan ke Kampung Langenastran, Kraton, Yogyakarta. Nampak pimpinan rombongan, Marsda Yoyok Yekti Setiyono mewakili peserta mendapatkan penghargaan dari pihak Kampung Langenastran, Rabu (11/10/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Belasan orang mengenakan pakaian batik berkumpul di Avocado Media Center yang berlokasi di Jalan Langenastran Lor nomor 22 Yogyakarta.

Ternyata, rombongan tersebut merupakan peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXI Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Republik Indonesia (RI) yang melakukan kunjungan ke Kampung Wisata Budaya Langenastran Yogyakarta.

Adapun, peserta yang melakukan kunjungan tersebut terdiri dari Wagub Lemhannas, Sestama Lemhannas RI, Kapolda Banten, Kapolda NTB, Kadispen AU, Danlantamal V Surabaya, Staf khusus KASAD, Waasrenum Panglima TNI, Danpusintelad, Kasdam Jaya, Kadispamal, Gurubesar Universitas Andalas, Ketua Kadin Provinsi Bangka Belitung, Deputi Penindakan KPK, Staf khusus KASAU, Dirdik Kodilat AU, Karopaminal Kadivpripam Polri, dan Bupati Agam Sumatra Barat.

Pemimpin rombongan PPSA XXI Lemhanas RI, Marsda Yoyok Yekti Setiyono menyampaikan rasa terima kasihnya karena telah menerima kedatangan rombongannya untuk mengunjungi Kampung Langenastran.

Pihaknya sengaja datang ke Kampung tersebut guna memenuhi undangan peserta dan memahami kebudayaan yang ada di Langenastran.

"Untuk jumlah rombongan PPSA XXI yang ke Yogyakarta secara keseluruhan ada 28 orang, tapi karena beberapa masih menyelesaikan tugas di penginapan jadi hanya beberapa yang ke Langenastran. Kami kesini karena diundang oleh salah satu peserta, dan sekaligus mempelajari hal baru di Jogja," katanya, Rabu (11/10/2017).

Menurutnya, dengan kunjungan ini ia merasa masih perlunya mempertahankan budaya lokal seperti yang ada di Yogyakarta, khususnya di Langenastran.

"Harus dipertahankan budaya kearifan lokal dan susunannya. Karena baru Denpasar dan mataram yang mempertahankan kebudayaan lokalnya," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Utama (Sestama) Lemhanas RI, Komjen Pol Arif Wachyunadi menuturkan, memang dikarenakan adanya tugas lain para peserta membuat jumlah yang seharusnya puluhan menjadi hanya belasan orang yang dapat mengunjungi Kampung Langenastran.

"Karena beberapa peserta masih memiliki kewajiban menyelesaikan tugasnya masing-masing, jadi dari 28 hanya 16 peserta yang ke sini," katanya.

Sambungnya, ia juga menyampaikan rasa terima kasih dan mengapresiasi warga Kampung Langenastran yang telah berkenan mengundang pihaknya.

Dengan kunjungan ini, ia berharap para peserta mendapat pengetahuan baru terkait kebudayaan di tiap-tiap daerah.

"Terima kasih atas undangan dan sambutannya, kami semua sangat mengapresiasinya. Dengan kunjungan ini, semoga dapat memberi pelajaran mengenai kebudayaan kepada peserta," ucapnya. (*)

Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help