TribunJogja/
Home »

DIY

Luar Biasa, Dokter Mata Ini Jadi Juara Dunia Paralayang

Keberhasilannya meraih gelar juara karena tak lepas dari profesinya sebagai dokter ahli mata.

Luar Biasa, Dokter Mata Ini Jadi Juara Dunia Paralayang
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Kolonel dr Elisa Manueke, seorang dokter ahli mata di RSPAU Hardjolukito punya prestasi lain yakni peringkat satu dunia paralayang untuk nomor ketepatan mendarat. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Prestasi gemilang ditorehkan oleh dokter yang berdinas di RSPAU Hardjolukito, Yogjakarta. Kolonel dr Elisa Manueke, seorang dokter mata mendapat peringkat satu dunia paralayang untuk nomor ketepatan mendarat.

Ia mendapatkan gelar itu setelah menang dalam kompetisi Para Gliding Accuracy Word Cup (PGAWC) seri ke-4 di Slovenia, September lalu.

Saat membagi pengalamannya, dokter Elisa mengakui dirinya tidak percaya dapat meraih juara dalam kompetisi tingkat dunia itu.

Ia merendah dengan mengatakan bahwa lawan-lawannya merupakan atlet paralayang kelas dunia.

Dalam ajang tersebut, Elisa berhasil unggul atas 91 atlet yang berasal dari 22 negara peserta.

Bahkan yang membanggakan, dalam nomor ketepatan mendarat, dirinya menjadi satu-satunya atlet yang berhasil menginjak garis lingkar terkecil.

Baca: Indonesia Juara Dunia Kejuaran Paralayang dalam Nomor Ketapatan Mendarat

Elisa yang juga menjabat kepala departemen spesialis mata ini membeberkan keberhasilannya meraih gelar juara karena tak lepas dari profesinya sebagai dokter ahli mata.

Pekerjaannya membutuhkan konsentrasi, kesabaran dan perhitungan yang tepat.

Hal itu pula juga diterapkan dalam setiap mengudara dengan parasutnya.

”Saya tidak bisa begitu saja emosi untuk melakukan pendaratan, harus ada perhitungannya. Sebab bila mendaratnya terlalu pede bisa jadi keluar lebih jauh,” bebernya.

Selain itu, ada alasan lain dia bisa menjadi juara.

Dia mendapat firasat baik dalam kejuaran kemarin, karena saat itu dia membawa baret biru yang menjadi simbol identitas TNI AU.

Dalam pertandingan-pertandingan sebelumnya, ia jarang membawa baret tersebut.

”Entah kenapa saat ke Slovenia saya ingin memakainya dan mengenakannya saat bertanding. Ternyata itu pertanda saya bisa menjuari kejuaraan dunia,” ungkapnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: nto
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help