TribunJogja/
Home »

Jawa

Jika Alami Kekerasan Saat Bertugas, Wartawan Jangan Terlalu Mudah Berdamai

Kasus ini bukan masalah PWI Banyumas semata, tetapi juga polemik nasional, yang berkaitan dengan martabat dan harga diri wartawan.

Jika Alami Kekerasan Saat Bertugas, Wartawan Jangan Terlalu Mudah Berdamai
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Sejumlah jurnalis yang tergabung dalam PWI Kota Magelang menggelar aksi solidaritas, sebagai buntut dari tindakan kekerasan terhadap rekan seprofesinya, oleh aparat kepolisian dan Satpol PP, di Kabupaten Banyumas, Selasa (10/10/2017) sore. 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - PWI Jawa Tengah angkat suara soal tindak kekerasan terhadap wartawan oleh aparat Kepolisian dan Satpol PP di Banyumas tempo hari.

Ia pun berpesan kepada seluruh wartawan, supaya tidak mudah memaafkan jika mendapat perlakuan serupa dari aparat.

Ketua PWI Jawa Tengah, Amir Machmud mengatakan bahwa dalam permasalahan itu, wartawan jelas tidak bisa disalahkan, karena mereka sudah bekerja sesuai proporsi.

Yakni, mendekat ke lokasi, karena kejadiannya pun di situ.

Jadi, menurutnya, sama sekali tidak ada yang dilanggar oleh wartawan.

"Persoalannya ada di aparat, bukan wartawan. Karena itu, kalau ada insiden semacam ini, wartawan jangan cepat-cepat mau diajak damai. Oke, tidak masalah kalau diajak bicara, tapi ya kasus tetap jalan," ujarnya saat dijumpai usai pembukaan Turnamen Bulutangkis Antar Media 2017, di GOR Djarum Magelang, Rabu (11/10/2017).

Terlebih, lanjutnya, masalah ini serupa dengan kasus di Rembang beberapa waktu lalu, yang tidak bisa diselesaikan lewat perdamaian, melainkan harus melalui jalur hukum.

Apalagi, menurutnya, kasus di Banyumas lebih berat karena jelas ada korban yang teraniaya dan perampasan alat peliputan.

"Secara sosiologis, kita tetap berteman. Tapi, secara yuridis, tetap harus diproses karena kita punya UU yang harus dihormati. Kemarin, Kapolres (Banyumas) juga sudah bicara pada kami, akan langsung diproses," tuturnya.

Walau begitu, Amir menyayangkan respon PWI Pusat yang terkesan lambat dalam mengambil sikap.

Pasalnya, kasus ini bukan masalah PWI Banyumas semata, tetapi juga polemik nasional, yang berkaitan dengan martabat dan harga diri wartawan, yang dalam hal ini merupakan anggota PWI.

"Sangat lambat, bahkan terkesan tidak ada respon sama sekali. Seharusnya ada pernyataan sikap. Apa salahnya menyampaikan empati. Tapi, kami sekarang sudah galang kekuatan dengan PWI Pusat, peredaan dulu, kasus masih diproses," pungkasnya. (*)

Penulis: aka
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help