TribunJogja/
Home »

DIY

Kerja Sama Pengembangan Keamanan Siber dan Forensik Digital, Insig2 Croatia Gandeng UGM

Kerja sama ini diharapkan mendorong riset dan pengembngan usaha dalam bidang aplikasi kemananan siber dan digital forensik.

Kerja Sama Pengembangan Keamanan Siber dan Forensik Digital, Insig2 Croatia Gandeng UGM
istimewa
Universitas Gadjah Mada dan Insig2 Croatia jalin kerja sama dalam pertukaran pengetahuan di bidang keamanan siber dan forensik digital. 

TRIBUNJOGJA.COM - Universitas Gadjah Mada dan Insig2 Croatia jalin kerja sama dalam pertukaran pengetahuan di bidang keamanan siber dan forensik digital.

Kerja sama ini akan ditindaklanjuti oleh Gamatechno, sebuah unit usaha milik UGM untuk melakukan pengembangan usaha dari produk yang memiliki potensi hak kekayaan intelektual yang telah dihasilkan dari kerja sama ini di kemudian hari.

Rektor UGM Prof Ir Panut Mulyono, M Eng, D Eng menyambut baik terlaksananya kerja sama ini.

Menurutnya kerja sama ini diharapkan mendorong riset dan pengembngan usaha dalam bidang aplikasi kemananan siber dan digital forensik.

“Kita ingin menguatkan cyber security dan digital forensik adapun gamatechno sebagai partner yang terlibat dalam kerja sama ini,” kata Rektor usai melakukan penandatangan kerja sama dengan CEO Insig2 Croatia, Goran Oparnica, Selasa (10/10/2017) di ruang sidang pimpinan, Kantor Pusat UGM.

Dihadiri oleh Dubes Kroasia untuk Indonesia, Drazen Margeta, dan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM, Dr Paripurna Sugarda.

Rektor menekankan pentingnya kerja sama ini dalam mendukung tumbuhnya dalam bidang ekonomi digital di Indonesia.

“Kolaborasi ini bisa memberikan manfaat bersama bagi kedua pihak dan memberikan dampak kesejahteraan bagi bangsa ini," ujarnya.

CEO Insig2 Croatia, Goran Opranica mengatakan, kerja sama ini diharapkan menghasilkan berbagai aplikasi dalam hal pengembangan keamanan siber dan forensik digital sehingga membantu para komunitas dan perusahaan yang sudah bergerak dalam dunia e-commerce.

Ia menambahkan pengembangan forensik digital perlu dikembangkan lebih jauh di Indonesia karena ancaman serangan hacker pada siber dan digital bisa merugikan sehingga perlu diantisipasi sejak dini.

“Melindungi komunitas dan invetasi digital sangat diperlukan lewat  keamanan siber dan forensik digital ini,” katanya.

Menurutnya keamanan di dunia siber berbeda dengan di dunia nyata dimana keamanan identik dengan bodyguard berbadan besar namun di dunia siber pengamanan digital memerlukan keahlian khusus.

Dubes Drazen Margeta mengapresiai kerja sama antara UGM dan Insig2 yang menurutnya makin memperkuat hubungan yang lebih erat antara Indonesia dan Kroasia.

Ia mengharapkan kerja sama ini mampu mendorong pertumbuhan pasar e-commerce di Indonesia. (*)

Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help