TribunJogja/
Home »

Jawa

Pengunjung Gunung Tidar di Magelang Kini Harus Bayar Retribusi Rp 3000

Retribusi nanti akan masuk ke kas daerah Pemkot Magelang, yang kemudian dikembalikan lagi kepada pengunjung

Pengunjung Gunung Tidar di Magelang Kini Harus Bayar Retribusi Rp 3000
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Pengunjung Gunung Tidar di Magelang pada Senin (9/10/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Para pengunjung Gunung Tidar kini harus menyiapkan uang tunai sejumlah Rp 3000, untuk memasuki kawasan yang selama ini dikenal sebagai 'Pakuning Tanah Jawa' tersebut.

Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang melalui UPT Kawasan Gunung Tidar, secara resmi telah menerapkan retribusi kepada para pengunjung, yang sudah berlaku per 3 Oktober 2017 lalu.

Kepala UPT Kawasan Gunung Tidar, Widodo, mengatakan bahwa penarikan tersebut sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2017, tentang Perubahan atas Perda Nomor 18 Tahun 2011, tentang Retribusi Jasa Usaha.

"Sudah diberlakukan. Selama tiga bulan ke depan, akan terus kami sosialisasikan," katanya, Senin (9/10/2017).

Namun, imbuh Widodo, selama masa sosialisasi, pihaknya memberlakukan kebijakan berupa keringanan pembayaran retribusi bagi pengunjung yang belum tahu dan belum mempersiapkan biaya tersendiri.

Baca: Populasi Kera di Gunung Tidar Melonjak Pesat, Ini Jumlahnya

"Khususnya bagi pengunjung pelajar, ada keringanan. Awal tahun nanti, baru kami berlakukan menyeluruh," ungkapnya.

Menurut Widodo, retribusi nanti akan masuk ke kas daerah Pemkot Magelang, yang kemudian dikembalikan lagi kepada pengunjung dalam bentuk perbaikan sejumlah pelayanan, fasilitas dan sarana prasarana.

"Jadi, pengelolanya langsung Pemkot. Nantinya, dana dari retribusi itu, akan diwujudkan sebagai dana pembangunan, pemeliharaan dan asuransi pengunjung," jelasnya.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkot Magelang, Catur Sawahyo, menambahkan bahwa berdasarkan data yang dihimpun oleh pihaknya, jumlah pengunjung Gunung Tidar dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan.

Untuk tahun 2017 ini, lanjutnya, sejak Januari hingga akhir September, tercatat ada sebanyak 119.395 wisatawan.

Meningkat dari kunjungan pada periode yang sama tahun 2016 lalu, yakni sebanyak 82.696 wisatawan.

"Seiring dengan penambahan jumlah pengunjung, fasilitas dan sarana prasarana juga mulai ada perbaikan. Seperti anak tangga yang sudah cor blok, kemudian pegangan di kanan kiri jalan, penataan puncak dan lain sebagainya," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: aka
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help