TribunJogja/
Home »

Jawa

Penanganan Pasca Panen Kedelai Lokal Belum Terlalu Diperhatikan

Pengelolaan yang belum serius itu membuat banyak perajin memilih kedelai impor.

Penanganan Pasca Panen Kedelai Lokal Belum Terlalu Diperhatikan
TRIBUNJOGJA.COM / Angga Purnama
Proses pengolahan kedelai menjadi tahu di sentra produksi tahu di Desa Karanganom, Klaten Utara 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Meski memiliki rasa yang lebih enak, hasil panen kedelai lokal belum mendapatkan perhatian khusus.

Dengan kondisi tersebut, kualitas pasca panen mengalami penurunan.

"Hasil panen kedelai lokal belum diperhatian, masih banyak tercampur dengan residu. Seperti biji yang jelek maupun kerikil, dan jumlahnya tidak sedikit," kata ketua Primkopti Klaten, Sudiro Niti Suharjo, Minggu (8/10/2017).

Menurutnya dengan kondisi tersebut, perajin tahu dan tempe harus kembali menyortir.

Selain itu pengelolaan yang belum serius itu membuat banyak perajin memilih kedelai impor.

Baca: Ini Alasan Kedelai Lokal Kurang Diminati Produsen Tahu dan Tempe

"Masalahnya kedelai impor sudah ada standar pasca panennya. Sementara lokal, kualitasnya belum diperhatikan," ungkapnya.

Dengan kondisi ini, ia berharap pemerintah segera turun tangan untuk meningkatkan kualitas produksi kedelai lokal.

Sehingga ke depannya kedelai lokal dapat terangkat.

"Sebagai perajin kami membutuhkan kualitas. Jika kualitasnya sudah seperti impor, siap diolah dan tidak banyak residunya," ujarnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ang
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help