TribunJogja/

Tuntaskan Program 1.000 Sekolah Broadband, XL Axiata Sambungkan 400 Ribu Siswa ke Internet Cepat

Keberadaan program ini sejalan dengan program peningkatan kualitas pendidikan dengan memanfaatkan sarana internet dan teknologi digital.

Tuntaskan Program 1.000 Sekolah Broadband, XL Axiata Sambungkan 400 Ribu Siswa ke Internet Cepat
istimewa
(Ki-Ka) : Kepala Sekolah SMA Negeri 8 Manado, Ibu Mediatrix Maryani Ngantung, Staf Ahli Walikota Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Kota Manado, Drs. Heri Saptono, Caretaker Vice President XL Axiata North Region, Mozes Haryanto Baottong, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Asiano Gamy Kawatu, SE. Bersama para siswa SMAN 8 Manado, dalam acara penyerahan program 1000 sekolah broadband di Manado, Jumat (6/10/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) telah menuntaskan Program 1.000 Sekolah Broadband, tepat setahun sejak peluncurannya pada Oktober 2016 lalu.

Melalui program yang diinisiasi sebagai bagian dari peringatan hari jadi XL Axiata ke-20 tersebut, XL Axiata telah memfasilitasi 1.000 sekolah di berbagai provinsi sehingga terkoneksi ke jaringan internet berkecepatan tinggi sebagai bagian dari kegiatan sosial berkelanjutan perusahaan dalam mendukung program pemerintah untuk digitalisasi sekolah.

Program tersebut pun telah dimanfaatkan oleh lebih dari 400 ribu siswa dan ribuan guru dalam proses belajar mengajar.

Sekolah ke-1.000 yang mendapatkan manfaat program ini adalah SMA Negeri 8 Manado, Sulawesi Utara.

Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Asiano Gamy Kawatu, SE, MSi, Staf Ahli Walikota Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Kota Manado, Drs Heri Saptono, Kepala Sekolah SMA Negeri 8 Manado, Ibu Mediatrix Maryani Ngantung dan Caretaker Vice President XL Axiata North Region, Mozes Haryanto Baottong menyerahkan donasi program di Manado, Jumat (6/10/2017).

Caretaker Vice President XL Axiata North Region, Mozes Haryanto Baottong mengatakan, “Kini lebih dari dari 400 ribu siswa sekolah telah terkoneksi ke jaringan internet cepat. Komposisinya 45% SMA dan 55 % SMK. Kami sangat senang karena program ini telah memberikan manfaat yang cukup besar bagi sekolah-sekolah penerimanya termasuk pada pelaksanaan Ujian Sekolah dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UBK), dan sejauh yang kami pantau telah mampu mendukung peningkatan kualitas belajar mengajar di setiap sekolah penerima. Mereka kini sejajar dengan sekolah-sekolah di kota besar dan sekolah di negara-negara maju dalam mendapatkan sumber referensi berkualitas yang tersedia di jaringan internet. Selanjutnya, sebagai bagian peringatan hari jadi ke-21 XL Axiata, kami akan melanjutkannya dengan program 'Gerakan Donasi Kuota' yang akan menjangkau sekolah dan pelajar yang lebih luas.”

Tercatat program ini telah menjangkau sekolah-sekolah di 42 kota/kabupaten di 20 provinsi.

Kota-kota yang dimaksud antara lain Sabang, Padang, Medan, Deli Serdang, Pematang Siantar, Pekanbaru, Pangkal Pinang, dan Belitung Timur.

Juga ada di Purwakarta, Subang, Indramayu, Cirebon. Bantul, Sleman, Gunung Kidul, Purwokerto, Banyumas, Cilacap, Sidoharjo, Malang, juga Pemekasan di Madura.

Di Kalimantan dan Sulawesi ada di Banjarmasin, Banjarbaru, Samarinda, Balikpapan, Pontianak, Gowa, Kendari, Manado, serta Makassar.

Manager CSR XL Axiata, Achmad Pradipta menambahkan, target-target yang telah tercapai melalui program ini juga sejalan dengan aspirasi pemerintah dalam hal ini Ditjen Pendidikan Menengah dan Kejuruan pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menjadi partner XL Axiata dalam penyediaan data sekolah prioritas untuk program ini.

Bahkan, tersedianya akses internet cepat melalui program ini juga telah mampu mendorong munculnya aktivitas positif lainnya yang berorientasi pada literasi internet, misalnya pelatihan mengenai penggunaan internet secara sehat dan positif, pelatihan karyawan sekolah mengenai dunia digital, juga pemanfaatan layanan digital untuk mempromosikan potensi daerah asal.

XL Axiata juga menilai Program 1.000 Sekolah Broadband terlaksana dengan cukup efektif.

Satu tolok ukurnya adalah hampir 100% akses internet dan data yang disediakan telah digunakan secara intensif oleh sekolah peneriman untuk proses belajar mengajar.

Halaman
12
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help