TribunJogja/

Sakit Hati pada Istri dan Selingkuhan, Pria Ini Habisi Nyawa 3 Orang dalam Sehari

Ia dituding melakukan pembunuhan berencana sekaligus penganiayaan pada dua orang lainnya di lokasi berbeda.

Sakit Hati pada Istri dan Selingkuhan, Pria Ini Habisi Nyawa 3 Orang dalam Sehari
tribuntimur
Tersangka pembunuhan bos bakmi Verlis Vera Yusita Sumarna, Jonny Setiawan. Foto almarhumah Vera semasa hidup 

TRIBUNJOGJA.COM, TANGERANG - Usai bunuh selingkuhan, Jonny pulang ke rumah mertua lalu bacok istri dan seorang pria. Begini kisah lengkapnya.

Sebuah ungkapan ketika menabur angin seseorang akan menuai badai. Dia yang berbuat dia juga yang terkena akibatnya.

Ungkapan ini tampaknya cocok untuk seorang pria bernama Jonny Setiawan (36).

Jonny tampaknya akan menikmati dinginnya jeruji penjara dalam waktu yang sangat-sangat lama.

Ia dituding melakukan pembunuhan berencana sekaligus penganiayaan pada dua orang lainnya di lokasi berbeda.

Wanita yang ia bunuh adalah seorang bos kedai bakmi, Vera Yusita Sumarna, dengan luka sayatan di leher.

Jonny lalu pulang ke rumah dan di rumah mertuanya ia kembali membacok dua orang.

Satu orang adalah istrinya dan satu orang lainnya adalah seorang pria yang saat itu tepergok Jonny sedang bermesraan dengan istrinya.

Seperti dikutip dari Kompas.com kasus pembunuhan bos kedai bakmi di tangerang yang sempat menghebohkan publik terkuak dalam rekonstruksi kasus pembunuhan yang digelar jajaran Polres Metro Tangerang pada Rabu (4/10/2017) lalu.

Jonny membunuh bos kedai bakmi yang merupakan selingkuhannya, Vera Yusita Sumarna, lantaran sakit hati "keperkasaannya" dibanding-bandingkan dengan orang lain.

Ia disebut selingkuhannya payah di ranjang.

Pantauan Kompas.com, rekonstruksi kasus berlangsung di tempat pertama, yaitu lokasi pembunuhan Vera oleh Jonny di kontrakannya yang berada di Gang Kartini, Cipondoh, Kota Tangerang.

Di sana, polisi bersama Jonny memeragakan adegan ketika Jonny mengajak Vera ke kontrakannya kemudian berhubungan intim sampai pada adegan pembunuhan.

Wakapolres Metro Tangerang Ajun Komisaris Besar Harley Silalahi mengungkapkan, ada 37 adegan rekonstruksi yang dilakukan oleh Jonny di tempat kejadian perkara.

Beberapa adegan memperlihatkan ketika Jonny menuju ke dan beranjak dari kontrakan, sedangkan adegan terbanyak adalah ketika dia berhubungan intim kemudian membunuh Vera.

"Rekonstruksi ini kami bagi ke 37 adegan, untuk memastikan apakah tersangka benar-benar melakukan sesuai dengan keterangannya dalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan)," kata Harley kepada pewarta, di lokasi.

Menurut Harley, proses rekonstruksi dimulai dari saat Jonny menemui Vera di daerah Poris, kemudian dibawa ke kontrakannya di Cipondoh.

Dari rekonstruksi tersebut, polisi belum menemukan fakta baru dari keterangan awal yang telah diberikan oleh Jonny saat proses penyidikan.

"Di sini tidak ada fakta yang baru, kami menyesuaikan saja antara berita acara dengan peragaan yang ada. Apa yang dituangkan dalam BAP, itu betul tersangka nyatakan, bahwa dia telah melakukan pembunuhan itu," tutur Harley.

Polres Metro Tangerang menggelar tahapan rekonstruksi kasus pembunuhan bos kedai bakmi di Tangerang oleh tersangka bernama Jonny Setiawan di Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu (4/10/2017).
Polres Metro Tangerang menggelar tahapan rekonstruksi kasus pembunuhan bos kedai bakmi di Tangerang oleh tersangka bernama Jonny Setiawan di Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu (4/10/2017). (kompas)

Adapun pembunuhan itu terjadi pada hari Sabtu (16/9/2017) silam.

Setelah membunuh Vera, Jonny juga membacok istrinya yang sah karena ketahuan bermesraan dengan laki-laki lain.

Jonny pun sempat kabur dan kemudian diamankan polisi dua hari setelahnya, Senin (18/9/2017).

Atas tindakannya, Jonny dijerat Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati.

Kepada polisi Jonny mengaku menyesal telah membunuh selingkuhannya dan membacok istrinya. Namun, perbuatan Jonny tetap harus dipertanggungjawabkan di muka hukum.

Akibat ulahnya, Jonny terancam dijerat Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Halaman
Editor: oda
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help