TribunJogja/

Kapolsek Nyamar Jadi PSK, Sempat Diusir Anggota Hingga Cuma Ditawar Rp 50 Ribu

Dia nekat tak menginformasikan kepada anggotanya perihal rencana penyamaran melamar pekerjaan sebagai pekerja seks komersial (PSK)

Kapolsek Nyamar Jadi PSK, Sempat Diusir Anggota Hingga Cuma Ditawar Rp 50 Ribu
IST
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.com, PATI - Laporan masyarakat tentang dugaan bisnis prostitusi yang mempekerjakan gadis di bawah umur menggugah hati nurani AKP Rochana Sulistyaningrum (50). Dia berupaya terjun langsung membuktikan kebenarannya.

Kapolsek Wedarijaksa di Pati, Jawa Tengah, ini bahkan mengatur strategi sendiri. Dia nekat tak menginformasikan kepada anggotanya perihal rencana penyamaran melamar pekerjaan sebagai pekerja seks komersial (PSK) di warung kopi Kuro-Kuro di Dukuh Rames, Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa.

"Geram rasanya mendengar laporan masyarakat jika ada maksiat. Terutama yang melibatkan anak-anak. Apalagi saya punya anak dua," tutur Rochana di ruang kerjanya, Jumat (6/10/2017).

Kapolsek Wedarijaksa, Pati AKP Rochana Sulistyaningrum
Kapolsek Wedarijaksa, Pati AKP Rochana Sulistyaningrum (IST)

Sepekan sebelum penggerebekan polisi di warung kopi Kuro-Kuro, Rochana bergerak sendiri menelusuri bisnis esek-esek terselubung itu. Mengendarai sepeda motor, Rochana yang berpakaian preman mulai bertanya-tanya kepada warga sekitar.

"Izinnya sih warung kopi, bagian depan bangunan digunakan untuk jualan kopi dan makanan. Warga pahamnya itu warung kopi. Pemiliknya cukup rapi mengelabui karena hanya orang tertentu yang bisa menikmati bisnis esek-eseknya itu," kata Rochana yang empat kali mengantongi penghargaan sebagai kapolsek terbaik di Pati.

Sehari sebelum penyergapan, wanita berhijab itu memutuskan menyaru supaya bisa bercengkerama dengan orang yang ada di dalam warung kopi Kuro-Kuro. Untuk memuluskan penyamaran itu, dia lantas mempercantik diri dan mengajak seorang anggotanya, Bripda Mira Indah Cahyani (21).

"Mira, kamu jangan pulang dulu, nanti malam ada kegiatan. Tolong kamu jangan bilang anggota lain. Sore ini saya mandi di kantor dan selanjutnya antar saya ke salon," ujar Rochana menirukan instruksinya saat itu.

Rochana kemudian menyampaikan perihal rencana penyamaran itu kepada Mira. Dengan membonceng Mira mengendarai motor matik, mereka selanjutnya berangkat menuju ke sebuah salon.

Semula kedua polwan ini merasa canggung karena harus mengubah kebiasaan dengan berdandan seksi. Namun, semua itu terpaksa dikesampingkan demi tugas mulia.

"Mira sempat risih karena saya suruh berganti kaus minim dan hotpants. Begitu juga saya yang memutuskan mengenakan daster dan melepas hijab. Tapi it's ok, inilah tugas yang harus kita emban," jelas Rochana yang bercita-cita menjadi guru.

Halaman
1234
Editor: mon
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help