TribunJogja/

IZASI : Perpanjang Safeguard Baja Bantu Peningkatan Daya Saing Industri

Sebagai industry antara (mid-stream) IZASI akan terus berkomitmen untuk memajukan industri baja lapis di Indonesia.

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA – Indonesia Zinc Aluminum Steel Industry (IZASI) pada kesempatan ini ingin mengapresiasi keputusan pemerintah yang telah menyetujui perpanjangan Safeguard.

Keputusan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dengan nomor 130/PMK.010/2017 tentang Pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) terhadap Impor Produk Canai Lantaian dari Besi atau Baja Bukan Paduan dan mulai efektif, Rabu (4/10/2017).

Direktur Eksekutif IZASI Rhea Sianipar mengatakan Indonesia melihat baja sebagai satu industri strategis, dilihat dari peningkatan pertumbuhan industri baja pada 10 tahun terakhir ini.

Tahun 2016, permintaan terhadap baja lapis berkisar 1,3 juta ton, dan khusus untuk segmen konstruksi sebanyak 789,244 ton dan saat ini kapasitas anggota IZASI yang sebanyak 860 ribu ton sudah mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri untuk segmen konstruksi.

“Kami lihat pemberlakuan Safeguard sangat penting melihat tingginya lonjakan import untuk produk dengan pos tarif 7210.61.11. Contohnya adalah data BPS yang memperlihatkan lonjakan import dari China, dimana pada tahun 2013 adalah sebesar 5% dan terus meningkat hingga 95% pada tahun 2016,” paparnya, Jumat (6/10/2017).

Sebagai industry antara (mid-stream) IZASI akan terus berkomitmen untuk memajukan industri baja lapis di Indonesia, baik dari sisi peningkatan kualitas produk dengan memastikan standard produk yang baik dan
kapasitas yang mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri.

IZASI berkomitmen untuk memberikan produk terbaik bagi masyarakat Indonesia.

“Kami berterimakasih atas perhatian pemerintah untuk melindungi investasi di Indonesia, potensi pasar Indonesia sangat besar, dengan dukungan ini tentunya akan menarik lebih banyak investor lain untuk masuk ke Indonesia. Kami juga berharap seluruh lapisan pemerintah, pemasok, dan masyarakat bisa mendukung pertumbuhan dan daya saing industri baja nasional, agar terus mampu bersaing dengan produk impor,” imbuh Rhea.

Sebagai asosiasi yang bergerak di industri baja lapis, IZASI berkomitmen penuh untuk memberikan kontribusi dalam memperkuat industri baja lapis di Indonesia.

Oleh karena ini peran pemerintah, regulator dan masyarakat untuk mendukung bisnis berkelanjutan sangat penting.

“IZASI akan terus aktif melakukan edukasi kepada masyarakat pentingnya produk dengan standard yang benar, cara pemasangan yang baik, dan terlebih lagi bahwa produk lokal mampu memberikan kualitas terbaik,” ucapnya.(tribunjogja.com)

Penulis: vim
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help