TribunJogja/
Home »

DIY

Instalasi Forensik RS Bhayangkara Polda DIY Permudah Kepolisian Selidiki Kasus

Setelah ini diharapkan kepolisian dapat maksimal dalam memeriksa suatu kasus, terutama bila ada unsur kekerasan

Instalasi Forensik RS Bhayangkara Polda DIY Permudah Kepolisian Selidiki Kasus
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Seorang petugas Instalasi Kedokteran Forensik tengah memeriksa alat yang biasa digunakan untuk autopsi mayat, jumat (6/10/2017) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kebutuhan penyidikan terkait pemeriksaan visum hingga autopsi semakin dipermudah dengan diresmikannya Gedung Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY.

Setelah ini diharapkan kepolisian dapat maksimal dalam memeriksa suatu kasus, terutama bila ada unsur kekerasan di dalamnya.

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Polda DIY Kompol dr Theresia Lindawati menjelaskan, sebenarnya instalasi kedokteran forensik di Rumah Sakit Bhayangkara sudah ada.

Hanya saja, selama ini terkendala terbatasnya SDM dan sarana prasana.

Namun saat ini, dibantu oleh APBN dan bekerjasama dengan Universitas Islam Indonesia (UII), pekerjaan forensik menjadi lebih maksimal.

Baca: Sering Mendengar Kata Autopsi? Ini yang Dilakukan Forensik Saat Autopsi

Di gedung forensik yang terletak di belakang gedung utama RS Bhayangkara, saat ini dilengkapi oleh meja autopsi serta peralatannya, lemari pendingin jenazah, hingga sarana perkuliahan bagi Koas.

Adapun lemari pendingin yang dimiliki saat ini dapat menampung hingga 10 jenazah.

"Selain visum luar kami juga melayani visum dalam atau autopsi, membantu melayani olah TKP, deteksi narkoba, perawatan tahanan, hingga perawatan kasus KDRT," jelas Theresia, saat dijumpai di ruang kerjanya, Jumat (6/10/2017).

Sebagai Rumah Sakit Polri, lanjutnya, tugas RS Bhayangkara adalah menunjang tugas kepolisian misalnya memfasilitasi penyidikan.

"Setelah ini penyidik dapat lebih mudah berkoordinasi bila ada pemeriksaan jenazah di RS Bhayangkara," tambahnya.

Namun demikian, Theresia mengatakan, kepolisian juga masih berkoordinasi dengan RSUP Dr Sardjito untuk pemeriksaan forensik.

Dengan dua instansi ini, maka penanganan kasus jadi lebih mudah.

Kepolisian akan mengarahkan jenazah ke rumah sakit terdekat dari lokasi kejadian kasus.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: nto
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help