TribunJogja/
Home »

DIY

» Sleman

Butuh Ketelitian untuk Hasilkan Kerajinan Kayu Lukis yang Memuaskan

Dengan desain yang terus diperbarui tersebut niscaya akan mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Butuh Ketelitian untuk Hasilkan Kerajinan Kayu Lukis yang Memuaskan
TRIBUNJOGJA.COM / Panji Purnandaru
Proses pembuatan kerajinan kayu di Gangsar Barokah Art and Craft di Ngipiksari, Kaliurang Selatan, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Asam garam menjadi pengusaha kerajinan kayu lukis telah dirasakan Ahmad Barokah.

Pemilik Gangsar Barokah Art and Craft di Ngipiksari, Kaliurang Selatan, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman ini telah memulai usaha kerajinan kayu lukis sejak 2002 lalu.

Berbagai produk kerajinan yakni boneka kayu, tempat pensil, tempat perhiasan, dan tempat tusuk gigi diproduksi Ahmad dengan mengandalkan sembilan karyawannya.

Ahmad Barokah menjelaskan, prinsipnya dalam menemukan desain baru adalah dengan mengambil desain lama kemudian menambahkan atau mengurangi beberapa bagian yang diperlukan.

Dengan desain yang terus diperbarui tersebut niscaya akan mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Ahmad pun memilih kayu mahoni sebagai bahan baku utama disamping juga ia menggunakan kayu wadang dan kayu jati.

Baca: Usaha Kerajinan Kayu Lukis di Sleman Ini Raup Omzet Rp 20 Juta per Bulan

"Kayu mahoni proses lebih mudah dan juga tidak terlalu lunak atau terlalu keras," jelasnya, Jumat (6/10/2017).

Rata-rata kayu yang ia gunakan berdiameter 5 cm sampai 12 cm dan tinggi sekitar 14 cm sampai 25 cm.

Halaman
12
Penulis: app
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help