TribunJogja/
Home »

Techno

» News

Perhimpunan Warga Pancasila Gelar Seminar Sains dan Teknologi Di UNY

Walaupun sering menghadirkan perdebatan dan kotroversi, perkembangan teknologi sering bersifat mutlak dan tidak dapat dibendung.

Perhimpunan Warga Pancasila Gelar Seminar Sains dan Teknologi Di UNY
TRIBUNJOGJA.COM / Tris Jumali
Seminar Nasional Sains dan Teknologi di Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rabu (4/10/2017) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perhimpunan Warga Pancasila menyelenggarakan seminar "Sains dan Teknologi Pancasila Menuju Keagungan Bangsa" di Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rabu (4/10/2017).

Pada seminar yang diselenggarakan bersamaan dengan pameran Sains dan Teknologi di GOR UNY ini, menghadirkan empat orang pembicara, yaitu Sri Sultan HB X, Mochtar Riyadi (Pendiri Lippo Group), Sutrisna Wibawa (Rektor UNY), dan Pratama D Persadha (Ahli Cyber dan Teknologi).

Pada kesempatan seminar tersebut, Sri Sultan HB X menyampaikan membuka ruang gunakan IT dalam batas-batas proposuonalitas.

IT digunakan untuk kemudahan bukan untuk menjegal orang.

"IT tidak sekedar pengganti mesin, tapi proses memberi kemudahan bagi seseorang," ujar Sultan.

Baca: Menteri Jonan Ajak PMKRI Membangun Bangsa Dengan Semangat Pancasila

Rektor UNY, Sutrisna Wibawa menjelaskan Sains dan teknologi merupakan suatu faktor dinamis yang terus menerus merubah banyak kebiasaan dan cara hidup masyarakat.

"Kekuatan pengaruh teknologi, biasa pada kemampuan teknologi untuk menawarkan sesuatu yang baru dan memudahkan manusia dalam melakukan sesuatu," ucapnya

Walaupun sering menghadirkan perdebatan dan kotroversi, perkembangan teknologi sering bersifat mutlak dan tidak dapat dibendung.

Perkembangan sains dan teknologi pada level negara dan pemerintahan mutlak diperlukan oleh negara untuk menjaga kedaulatan, dan menyelenggarakan praktik-praktik kenegaraan, termasuk di dalamnya menjalankan roda pembangunan.

"Bahkan sains dan teknologi kadang diperlukan untuk menegakkan dominasi suatu negara atas negara lain. Negara yang lebih maju dalam hal sains dan teknologi sering menjadi lebih dominan dibandingkan negara-negara yang lebih inferior dalam hal penguasaan teknologi," kata Sutrisna

Selain itu, kebebasan akademik merupakan kebebasan civitas akademika dalam pendidikan tinggi untuk mendalami dan mengembangkann ilmu pengetahuan dan teknologi secara bertanggung jawab melalui pelaksanaan Tridharma.

"Perkembangan sains dan teknologi dapat bersifat bebas moral, ataupun tetap dalam kerangka moral. Telah banyak contoh dimana perkembangan sains dan teknologi yang tidak berlandaskan nilai-nilai moral tidak membawa kemanfaatan bagi umat manusia, tetapi justru membawa bencana," ungkapnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: trs
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help