TribunJogja/

Misinya Menaikan Martabat Cendol di Mata Milenial, Inilah Kisah Sukses Si Raja Cendol

Persaingan bisnis minuman luar negeri yang semakin ketat, setidaknya masih menyisakan gerai minuman lokal

Misinya Menaikan Martabat Cendol di Mata Milenial, Inilah Kisah Sukses Si Raja Cendol
instagram / radjacendol
Salah satu postingan di akun instagram radjacendol 

TRIBUNJOGJA.com, JAKARTA - Persaingan bisnis minuman luar negeri yang semakin ketat, setidaknya masih menyisakan gerai minuman lokal. Para pengusaha lokal berusaha mengangkat kembali minuman tradisional Indonesia di tengah minuman luar negeri yang lebih diminati.

Salah satu pengusaha muda tersebut adalah Danu Sofwan (30), pendiri dari gerai minuman Radja Cendol atau yang juga dikenal Randol.

"Randol berawal dari kegelisahan saya, pasar di Indonesia yang sedikit banyak terintimidasi dengan produk luar," kata Danu kepada KompasTravel, Jumat (29/9/2017).

Danu bercerita ia sering datang ke acara anak muda berkumpul dan bazar kulier, tetapi jarang menemui ada yang menjual produk lokal. Seakan semuanya berlomba menjual produk luar negeri.

Rasa prihatin Danu kemudian berubah, ketika ia melihat peluang bisnis. Ia memutuskan untuk menjual hidangan tradisional tetapi cocok dengan era milenial. Ia mencoba melakukan riset produk kuliner tradisional yang ingin ia jual.

Saat melakukan pencarian produk tradisional di internet, Danu kemudian tergugah dengan cendol. "Cendol ini masuk sebagai 50 besar minuman terlezat di dunia versi CNN," ujar Danu.

Untuk menaikkan martabat cendol di mata anak milenial, Danu kemudian melakukan modifikasi produk.

"Saya coba mencoba mengganti santan dengan susu agar lebih modern, lebih sehat, dan lebih lezat. Saya juga punya visi misi sendiri, Indonesia sebagai pengonsumsi susu terendah, sedikit banyak saya ingin menyehatkan masyarakat Indonesia," katanya.

Modifikasi tersebut juga menjadikan Radja Cendol sebagai produk cendol yang menggunakan susu pertama di Indonesia, lengkap dengan penamaan unik untuk citra yang lebih dikenal luas masyarakat.

Namun sebelum menjual cendol yang lezat dan dapat diterima masyarakat, Danu melakukan penelitian dengan usaha yang luar biasa. Ia harus melakukan pejalanan mencari para pembuat cendol terbaik di Indonesia dengan modal yang hampir nol.

Hingga akhirnya Danu kini memiliki lebih dari 700 outlet di seluruh Indonesia dengan sistem waralaba, dan dapat mendistribusikan 10.000 gelas cendol setiap hari. (*)

Berita ini sudah tayang di kompas.com dengan judul 10.000 Gelas Per Hari, Ini Kisah Sukses Si Radja Cendol

Editor: mon
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help