TribunJogja/
Home »

DIY

Mbah Ledjar Tutup Usia

Ini Sosok Mbah Ledjar di Mata Rekan Seniman

Pria yang sejak tahun 1987 berkesenian dengan Ki Ledjar ini mengagumi sosok Ki Ledjar sebagai pribadi yang penuh semangat dan inspiratif.

Ini Sosok Mbah Ledjar di Mata Rekan Seniman
TRIBUNJOGJA.COM / Yudha Kristiawan
Suasana rumah duka mendiang Mbah Ledjar yang berlokasi di Jalan Mataram Kampung Sosrokusuman, Suryatmajan, Danurejan Yogyakarta. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebelum tutup usia, Ki Ledjar sempat mengutarakan keinginannya pada Sukisno, seniman dan Dosen Seni di UNY, bahwa ia ingin wayang kancil terus dilestarikan meskipun Ki Ledjar sudah tidak ada lagi.

Pria yang sejak tahun 1987 berkesenian dengan Ki Ledjar ini mengagumi sosok Ki Ledjar sebagai pribadi yang penuh semangat dan inspiratif.

Selama perjalanan berkesenian dengan Ki Ledjar, Sukisno banyak berbagi pengalaman.

Satu di antaranya soal iringan wayang kancil.

Sebelum bertemu Sukisno, iringan wayang kancil masih menggunakan gending layaknya wayang Purwa.

Setelah berdiskusi, akhirnya Sukisno dan Ki Ledjar sepakat membuat iringan dengan menggunakan musik yang disesuaikan dengan karakter wayang kancil.

Sukisno pun berharap, usai kepergian Ki Ledjar, pemerintah turut andil melestarikan wayang kancil.

Menurutnya, cerita budipekerti yang dilakukan dalam wayang kancil karya Ki Ledjar ini sangat sesuai untuk pelajaran moral anak-anak.

"Kalau bisa dibikin muatan lokal. Ceritanya kancil ini binatang yang cerdik, bukan jahat. Ia cerdik melakukan sesuatu untuk kepentingan binatang lain yang lemah, bukan untuk dirinya sendiri. Cerita cerita inikah yang bagus untuk dikembangkan. Anak anak bisa membuat cerita kancil versinya sendiri sekaligus bisa memainkannya," terang Pria yang piawai memainkan kendang ini. (*)

Penulis: yud
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help