TribunJogja/

2.369 Warga di Desa Tepus Terdampak Kekeringan

terdapat 2.369 kepala keluarga yang tinggal di 20 Padukuhan di Desa Tepus.

2.369 Warga di Desa Tepus Terdampak Kekeringan
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Karsiti (42) berbaju lurik, berjilbab coklat membawa ember hitam) tampak riang setelah membawa air dari bantuan dropping air di Dusun Pacungan, desa Tepus, Kecamatan Tepus, Kamis (21/9). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kasi Pelayanan desa Tepus, Salip Sasmito mengatakan, wilayahnya sudah sejak lama mengalami kekeringan.

Sudah lima bulan yang lalu sumber air yang ada di Desa Tepus mulai mengering. Warga pun kesulitan mencari air.

"Warga kami kesulitan mencari air, karena kekeringan ini sudah beberapa bulan ini begini," ujar Salip, Kamis (21/90.

Salip mengatakan, terdapat 2.369 kepala keluarga yang tinggal di 20 Padukuhan di Desa Tepus.

Sebanyak 912 di antaranya masuk KK kurang mampu.

Warga kurang mampu ini yang paling terdampak kekeringan ini.

"Beberapa warga bahkan terpaksa menjual ternak atau perhiasannya, untuk dapat membeli air," ujar Salip.

Salip menuturkan, untuk bantuan air bersih pun jarang menyentuh sampai Desa Tepus.

Pihaknya berusaha berkomunikasi dengan pemerintah untuk dapat memberikan bantuan air bersih kepada warga.

Selain itu, pihaknya juga mengusulkan agar pemerintah dapat memasang sambungan air bersih untuk mengurangi dampak kekeringan yang terjadi.

"Untuk sementara, kami terus berkomunikasi dengan pihak swasta atau instansi agar menyalurkan bantuan ke sini, terutama bagi keluarga tidak mampu,"ujarnya.(*)

Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help