TribunJogja/
Home »

News

» Jakarta

Nomor 2 dan 4 Ngeri! 5 Fakta Kasus Jual-beli Video Gay Anak Melalui Media Sosial

Pelaku mendapatkan video melalui grup peciinta sesama jenis di aplikasi Telegram dan WhatsApp bernama VGK Premium atau Video Gay Kids.

Nomor 2 dan 4 Ngeri! 5 Fakta Kasus Jual-beli Video Gay Anak Melalui Media Sosial
tribunnews
Polda Metro Jaya merilis pelaku video porno gay anak. 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Polisi mengungkap kasus pornografi terhadap anak melalui akun media sosial.

Diketahui para pelaku yang berhasil diringkus tersebut memperjualbelikan video pornografi anak laki-laki dengan dengan orang dewasa sesama jenis.

Melansir dari Tribunnews.com, Dikrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Adi Deriyan menjelaskan bahwa para pelaku menyebarkan video porno tersebut melalui media sosial seperti Twitter, Facebook, dan juga Skype.

Sementara itu, pelaku mendapatkan video melalui grup peciinta sesama jenis di aplikasi Telegram dan WhatsApp bernama VGK Premium atau Video Gay Kids.

Baca: Jual Video Gay Anak dan Orang Dewaas, 3 Orang Ini Diciduk. Begini Caranya Bertransaksi

Pengungkapan kasus ini bahkan atas kerjasama dengan Federal Bureau of Investigation (FBI).

"Di dalamnya, ditampilkan video atau image hubungan seksual laki-laki dewasa dengan anak laki-laki," ujar Adi di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Minggu (17/9/2017).

Berdasarkan informasi itu, polisi melakukan pengembangan kasus.

Kemudian, menelusuri identitas para pelaku, hingga tiga orang pelaku berinisial Y (19), H alias Uher (30), dan I (21) diringkus polisi.

Berikut tim TribunWow.com himpun fakta-fakta terkait penjualan video pornografi gay anak-anak yang disebar di media sosial ini.

1. Polisi amankan 750 ribu foto dan video gay dari pelaku

Melansir dari Tribunnews.com, dari kasus ini Polda Metro Jaya pun mengamankan sebanyak 750 ribu foto dan video gay kids.

"Jadi beberapa gambar dan video dari ketiga pelaku sudah kita amankan, ada sekitar 750 ribu foto dan video gay kids," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan Adi dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (17/9/2017).

Ia juga menjelaskan bahwa dari 750 ribu foto dan video berkonten pornografi anak itu sudah dianalisa di laboratorium.

Pemuda Katolik Puji Pemuda Muhammadiyah: Awali Gotong Royong dengan Bersihkan Rumah Ibadah

Hasilnya pun menunjukkan adanya 40 persen dari foto dan video yang ada berisikan anak-anak berparas Melayu.

"Kita akan identifikasi siapa korban-korban tersebut, kita akan cari tahu kira-kira siapa saja (yang ada dalam foto atau video) yang dikenal oleh pelaku," kata Adi.

Ketiga pelaku sendiri ditangkap di lokasi yang berbeda yaitu di Purworejo, Garut, dan Bogor.

Diketahui, setelah para pelaku ini mendapatkan foto dan video tersebut, pelaku pun langsung mengambil dan menyimpan lalu akan mengirimkannya kepada para pembeli jika ada yang berminat melalyi akun Twitter pelaku.

2. Video gay anak itu dijual seharga Rp 50 ribu!

Kembali melansir dari Tribunnews.com, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Adi Deriyan menjelaskan bahwa dari penjualan, pelaku bisa mendapatkan uang hingga Rp 10 juta.

"Dari pelaku yang kita amankan, ditemukan transaksi dengan 150 orang yang membeli foto dan video dan uang sejumlah Rp 10 juta," kata Adi di Mapolda Metro Jaya, Minggu (17/9/2017).

Berdasarjan pengakuan pelaku Y, foto maupun video porno tersebut dijual seharga Rp 10 ribu hingga Rp 50 ribu.

Pelaku pun juga kerap memberikan harga Rp 100 ribu untuk 30 hingga 50 foto maupun video.

Baca: Kocak, Begini Jadinya Ketika Tilang dengan CCTV Diberlakukan, Lihat Videonya

Ia menjelaskan, ketiga pelaku kerap kali menggunakan aplikasi Twitter untuk menjual foto dan video tersebut. Setelah ada pembeli yang berminat, pembeli diharuskan membayar dengan transaksi transfer uang atau membelikan pulsa untuk para pelaku.

"Sehingga setelah mendapatkan pembayaran, pelaku akan mengirimkan 30 sampai 50 foto dan video itu dalam aplikasi Telegram, jadi pembeli bisa menerima gambar-gambar tersebut," kata Adi.

Halaman
Editor: oda
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help