TribunJogja/

Kendaraan Pedesaan Masih Tempuh Jalan Panjang untuk Dapat Diproduksi

Pasalnya sebagai purwarupa,kendaraan ini harus mengikuti berbagai tes, seperti uji emisi dan sertifikasi produk.

Kendaraan Pedesaan Masih Tempuh Jalan Panjang untuk Dapat Diproduksi
TRIBUNJOGJA.COM / Angga Purnama
Purwarupa kendaraan perdesaan yang dipamerkan di bengkel Kiat Motor. 

TRIBUNJOGJA.COM – Meski memiliki berbagai keunggulan, kendaraan perdesaan Mahesa masih harus menempuh jalan panjang untuk dapat diproduksi.

Pasalnya sebagai purwarupa, Mahesa harus mengikuti berbagai tes, seperti uji emisi dan sertifikasi produk.

Selain itu, dalam kunjungannya di bengkel Kiat Motor yang menjadi satu pengembang Mahesa, Presiden RI Joko Widodo sempat mempertanyakan prospek produksi dan pasar produk yang didukung berbagai IKM otomotif itu.

Hal ini mengingat ketatnya persaingan pasar otomotif di dalam negeri.

Kendati demikian, Sukiyat pemilik Kiat Motor mengaku optimis dengan Mahesa.

Pasalnya kendaraan ini relatif terjangkau untuk kalangan petani dan perdesaan.

“Harganya murah, sehingga bisa dibeli oleh petani. Memang pasarnya untuk petani,” ujarnya.

Ditanya terkait kesiapan produksi, ia mengatakan IKM yang terlibat dalam pengembangan Mahesa sudah siap.

Diakuinya produksi akan dilakukan di beberapa lokasi yang berbeda, demikian pula dengan perakitannya.

“Ada beberapa IKM yang terlibat, seperti blok mesinnya yang dibuat di industri cor logam Batur (Kecamatan Ceper) dan perakitannya di Kiat Motor,” ungkapnya.

Sukiyat menyebutkan diperkirakan 10 hingga 20 unit yang dapat diproduksi dalam satu bulan.

Kendati demikian, kapasitas produksi tersebut dinilai memadai di awal produksi.

“Tentu nanti akan dikembangkan. Kami berharap ada bantuan pemerintah untuk mendukung produksinya,” kata dia. (*)

Penulis: ang
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help